Jaring Wisatawan ke Aceh dengan Halal Tourism

Jaring Wisatawan ke Aceh dengan Halal Tourism

Launching Calender of Event (COE) Aceh 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Senin (14/5). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mempromosikan pariwisata di Aceh, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan halal tourism.

“Masuk ke Aceh, Sumbar dan NTB sulit untuk pariwisata. Ada resistensi, sehingga kita masuk melalui halal tourism,” ujar Arief Yahya saat Launching Calender of Event Aceh 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Senin (14/5) malam.

Menurutnya, Aceh sendiri telah menerima dua penghargaan yakni airport halal terbaik dan halal culture terbaik. “Jadi modalnya sudah ada,” ujarnya.

Menpar menambahkan, secara letak geografis, Aceh sangat strategis karena jaraknya lebih dekat dengan negara-negara yang saat ini menjadi pasar utama promosi pariwisata, seperti Malaysia, India dan Tiongkok.

Ia mengatakan, kunjungan wisatawan India ke Indonesia sedang tumbuh. Belum lagi 500 ribu warga negara India itu beragama Islam. Menurutnya, ini pasar yang baik untuk kita mempromosikan pasriwisata Aceh dengan halal tourism. Menurutnya, menjaring wisatawan untuk datang ke Aceh bisa lewat halal tourism.

“Target kunjungan wisatawan tahun ini ke Aceh, saya bulatkan saja untuk wisman yang semula ditetapkan 78 ribu orang jadi 100 ribu orang dan wisnus dari 2,8 juta jadi 3 juta. Saya juga akan launching Hot Deals di bulan Ramadhan. Program Hot Deals ini sudah dilaunching di Kepri, Jakarta dan menyusul di Bali. Harapannya, kita akan dapatkan 2,5 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjelaskan, dalam Calender of Event Aceh 2018 ini ada 100 atraksi wisata berbasis alam dan budaya serta berkarakter daerah yang dikurasi dan dirangkum dalam tema “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata”.

Menurutnya, dari 100 event tersebut ada 2 event yang masuk dalam 100 event pariwisata nasional. Kedua event tersebut adalah Aceh Culinery Festival dan Aceh International Rapa’i Festival.

“Pemerintah Aceh telah mengalokasikan dana sebesar Rp230 milyar untuk sektor pariwisata tahun 2018. Angka ini memang belum signifikan. Tetapi sudah ada niat pemerintah Aceh untuk memajukan sektor pariwisata,” kata Nova. (Stevani Elisabeth)