Intip Kegiatan Famtrip Hari Raya Waisak di Desa Candirejo

Intip Kegiatan Famtrip Hari Raya Waisak di Desa Candirejo

Peserta Famtrip Hari Raya Waisak 2018 dari Thailand dan Vietnam. Mereka menginap di Desa Wisata Candirejo yang letaknya 3 Km sebelah tenggara Candi Borobudur. (Dok. Kementerian Pariwisata)

SHNet, Magelang- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang 16 orang peserta Famtrip Hari Raya Waisak 2018 dari Thailand dan Vietnam. Mereka telah mengikuti prosesi awal jelang perayaan Tri Suci Waisak yang dipusatkan di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Keenambelas peserta famtrip ini terdiri dari dua orang biksu (monk) dan 2 orang jurnalis TV Vietnam, 1 orang jurnalis media cetak Vietnam serta 1 orang pendamping KBRI Vietnam sebagai penterjemah.

Sementara dari Thailand adalah 7 orang biksu dan 3 orang Jurnalis media TV Buddha Thailand.

“Famtrip Waisak 2562 BE bagi pemuka agama dan jurnalis dari Thailand dan Vietnam ini berlangsung dari 27 Mei – 1 Juni 2019, di Magelang, Jateng dan Yogyakarta,” kata Asdep Pemasaran 1 Regional I Kementrian Pariwisata, Iyung Masruroh, Selasa (29/5)

Ia mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata Indonesia melalui perayaan Waisak tahun 2018 (2562 BE) sebagai upaya mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya dikalangan pemuja agama Buddha.

Rombongan tiba di Yogyakarta Minggu sore, kemudian melanjutkan perjalanan ke Magelang. Mereka bermalam di Desa Candirejo, Magelang. Desa Candirejo merupakan desa wisata yang letaknya di sebelah tenggara Candi Borobudur.

Kegiatan yang dilakukan peserta Famtrip Hari Raya Waisak selama tinggal di Desa Candirejo. (Dok. Kementerian Pariwisata)

Hari pertama kunjungan dimulai dengan melaksanakan persembahyangan dan berdoa jelang matahari terbit (Sunrise Prayer) di Rupadhatu Candi Borobudur, disamping melaksanakan ritual Pradakshina (mengelilingi Ruphadatu)

Senin siang, rombongan menikmati makan siang di Balkondes Candirejo. Usai makan siang, mereka berinteraksi dengan masyarakat desa yang masih memegang teguh tradisi kuno dan masih mempertahankannya hingga kini.

Mereka naik dokar/andong mengelilingi Desa Candirejo. Tak lupa singgah di tempat pembuatan kerupuk yang merupakan industri rumahan, bermain musik gamelan dan melihat pertemuan dua sungai yakni Sungai Elo dan Progo.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan model desa wisata sebagai tujuan kunjungan tunggal atau single destination yang telah memiliki produk wisata unik dan dikemas dalam paket wisata.

“Kita harapkan ke depan makin banyak wisatawan dari Vietnam dan Thailand yang datang merayakan Waisak i Indonesia karena setiap tahun perayaan Tri Suci Waisak dipusatkan di Candi Borobudur,” kata Iyung Masruroh.

Sore harinya peserta Famtrip mengikuti prosesi jelang perayaan Tri Suci Waisak bagi umat Buddha ini di Candi Mendut, yaitu upacara pengsakralan air suci dari umbul Jumprit, Tegalrejo, Temanggung.

Situs Umbul Jumprit merupakan situs suci bagi umat Buddha dan merupakan salah satu tempat semadi bagi biksu dari Indonesia, Thailand, dan Sri Lanka.

Air suci tersebut tiba di Candi Mendut pada pukul 15.00 dan didoakan oleh ara Sangha atau persaudaraan para bhikku suci dan rohaniawan lainnya dari majelis-majelis agama Buddha serta Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia ( LKBI). (Stevani Elisabeth)