Ini Ciri Khas Wisman India Saat Berlibur ke Indonesia

Ini Ciri Khas Wisman India Saat Berlibur ke Indonesia

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya (Kedua dari kanan) tengah memaparkan program kerja tahun 2018 kepada para awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata, di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (11/5). (SHNet/stevani elisabeth)

 

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah genjar membidik wisatawan dari India dan Tiogkok. Pasalnya, kedua negara tersebut selain memiliki jumlah penduduk yang besar, juga pertumbuhan jumlah kunjungan warga negaranya ke Indonesia meningkat.

Bahkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) India ke Indonesia berhasil menggeserkan jumlah Wisman dari Jepang. “India saat ini lagi ‘seksi’ karena tanpa direct connection, kunjungan wisman India ke Indonesia tumbuh 30%. Bahkan pada Februari 2018 jumlahnya sudah lebih dari kunjungan Wisman dari Jepang,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya saat memaparkan program kerja kepada Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (11/5).

Nia menjelaskan, berbagai upaya dilakukan oleh Kemenpar untuk membidik Wisman India seperti mengadakan famtrip, pameran, program hot deals hingga menjadikan Singapura dan Malaysia menjadi hub. “Kita bekerjasama dengan inbound Singapura supaya Indonesia bisa jadi extension dari Singapura. Ini cara-cara memanfaatkan low seasion. Tahun lalu kita sukses bidik wisman Tiongkok, India dan Amerika lewat program hot deals,” paparnya.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional III, R Sigit Witjaksono menjelaskan, pada 2017, jumlah wisman India yang berkunjung ke Indonesia 485.000 orang. Dari jumlah tersebut, 50% adalah kelompok milenial yang rata-rata usianya 25-32 tahun.

Pada Januari-Februari 2018, jumlah wisman India yang berkunjung ke Indonesia ada 87.000 orang. “Target kami tahun ini ada 700 wisman India yang berkunjung ke Indonesia,” kata Sigit. Jumlah tersebut diprediksikan bakal meningkat, apalagi pada Juni mendatang ada acara Bali Arta di Bali.

Dia juga memaparkan ciri khas wisman India saat berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, turis India datang ke Indonesia pada umumnya untuk berlibur. Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit mereka. “Mereka kalau sudah suka dengan destinasi wisata, bisa bawa orang banyak ke sana. Kalau ke Bali saja, mereka bisa sewa satu pesawat termasuk booking satu hotel untuk rombongannya sendiri,” kata Sigit.

Saat ini, mereka juga sudah mulai tertarik dengan destinasi wisata di luar Bali seperti Yogyakarta dan Solo. “Mereka tertarik ke Yogyakarta karena di sana ada Candi Prambanan,” ujarnya.

Selama berlibur di Indonesia, wisman India rata-rata menghabiskan uangnya rata-rata 900-1200 dolar Amerika dengan lama tinggal 7-10 hari. Mereka khususnya kelompok milenial suka dengan wisata malam dan termasuk penggiat media sosial (medsos).

Khusus untuk kuliner, mereka sangat selektif. Tak jarang mereka membawa bekal makanan sendiri dari negaranya. Pasalnya sekitar 500 juta penduduk India adalah vegetarian.

Menurut Sigit, vegetarian di sana ada beberapa jenis. “Ada kelompok vegetarian yang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang tumbuh daam tanah seperti kacang dan sebagainya,” lanjut dia. Meski demikian, India tetap menjadi pasar yang potensia. (Stevani Elisabeth)