Harus Ada Sangsi Yang Mendidik Galang

Mediasi antara pihak Sirkuit Sentul, Dani Sarwono sebagai pimpinan lomba, dan pihak Galang Hendra Pratama di Balai Sarwono, Selasa (8/5) malam. (SHNet/Nonnie Rering)

Harus Ada Sangsi Yang Mendidik Galang

SHNet, JAKARTA – Ajang balap Yamaha Sunday Race (YSR), di Sirkuit International Sentul pada 5-6 Mei lalu menyisakan sedikit masalah. Adalah pembalap Galang Hendra Pratama yang melakukan tindakan tak terpuji dengan usaha pemukulan kepada pimpinan lomba, Dani Sarwono.
Guna mengklarifikasi kejadian itu, seluruh pihak mulai dari pihak Sentul, yang diwakili Lola Moenek dan Ananda Mikola, Galang, dan Yamaha melakukan mediasi di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).

COC Sentul Dani Sarwono mengaku sangat menyesalkan attitude dari Galang. Menurutnya, Galang tak semestinya berperilaku begitu. Terlebih, Galang diketahui sebagai rider dengan prestasi yang cukup baik di level internasional. “Attitude seperti itu sangat tercela di dunia otomotif pada umumnya dan balap motor khususnya,” ucapnya.
Agar tak menjadi preseden buruk di dunia balap motor Indonesia, pihaknya berharap PP IMI dan IMI Jawa Barat juga manajemen Sirkuit Sentul dapat mengambil tindakan tegas kepada Galang. Hal itu bertujuan untuk memberikan efek jera agar tak terjadi lagi di kemudian hari di seluruh Indonesia. “Sangsi di luar kewenangan kami,” tuturnya.

Sementara itu, M. Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyatakan, saat adanya kejadian tersebut, Galang bukanlah mewakili Yamaha.
Akan tetapi, sambungnya, kalaupun adanya sangsi tentunya terdapat beberapa hal yang diperhatikan. “Melihat pembalap itu bukan dari satu dan dua kejadian. Tapi potensi dia di masa mendatang,” paparnya.

Galang Hendra Pratama

Abidin melanjutkan, pada saat kejadian, Galang tak melakukan pemukulan. Hanya terjadi kesalahpahaman dan sudah terjadi klarifikasi. “Selama ini Galang punya track record yang sangat baik sekali. Jangan lupa dia masih 18 tahun. Itu menjadi talenta muda agar masa depannya tetap terjaga,” ujarnya.
Atas dasar itu, pihaknya berharap aturan sangsi yang mendidik dan tidak membunuh karir. Sebab, sebelum menjadi seperti sekarang, Galang melewati proses seleksi selama tujuh tahun.

Ia berharap kejadian itu tak membuat mental Galang jatuh. Justru sebaliknya. “Kami berharap kamu jadi juara dan menjadi contoh bagi pembalap di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu Galang Hendra Pratama mengakui kesalahannya. Kejadian tersebut dikatakannya tak seharusnya terjadi. “Jujur, saya di Eropa lagi stress. Saya tonton itu untuk menambah semangat. Kemarin karena senang dan begitu bahagia jadi spontan. Terpenting, saya minta maaf atas semua itu,” papar Galang.

Rio Sarwono yang merupakan Salah satu pentolan otomotif nasional mengatakan, Galang itu pembalap potensial sehingga harus diperhatikan dari berbagai sisi. “Kalaupun ada sangsi nantinya, harusnya yang bisa mendidik Galang agar mentalnya tak sampai jatuh tapi ada efek jera sehingga dia akan takut mengulang perbuatannya lagi,” ujarnya. (Nonnie Rering)