Duka dan Maaf Ketua DPRD Provinsi Maluku Atas Peristiwa Bom Bunuh Diri

Duka dan Maaf Ketua DPRD Provinsi Maluku Atas Peristiwa Bom Bunuh Diri

BERHARAP - Ketua DPRD Provinsi Maluku, Edwin Adrian Huwae berharap tak ada yang menebar kebencian dari peristiwa bom bunuh diri kemarin ini, tapi memasuki bulan puasa akan membawa kebaikan untuk kita semua agar bisa saling memaafkan dan sama-sama bersatu memberangus teroris di negeri ini. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Peristiwa bom bunuh diri mulai dari tiga gereja yang cukup menyayat pada Minggu (13/5) pagi di Surabaya hingga berlanjut malam harinya di kawasan Rusunawa Sidoarjo, berlanjut Senin (14/5) di Poltabes Surabaya membuat nyaris seluruh rakyat Indonesia dan dunia berduka.

Tak kurang dari para petinggi negara tetangga juga pimpinan tertinggi umat Katholik, Paus Fransiskus pun mengirim langsung ucapan belasungkawa ke Indonesia.

Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae pun ikut menyatakan rasa duka mendalam bagi para korban bom bunuh diri mulai dari korban di tiga gereja di Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5) pagi, hingga di Rusunawa Sidoardjo hingga Poltabes Surabaya di keesokan harinya.

“Saya atas nama pribadi dan DPRD Provinsi Maluku sampaikan duka mendalam dari hati kami kepada seluruh korban bom bunuh diri selama dua hari beruntun. Mohon maaf atas apa yang terjadi kepada seluruh keluarga besar korban dan juga kepada para pelaku. Jangan lah dengan keadaan ini kita menambah kebencian atau menyebar benih kebencian, tapi biarkan aparat bekerja sesuai prosedur. Marilah kita saling memaafkan terlebih jelang memasuki bulan Ramadhan bagi seluruh umat Muslim pun saya sampaikan selamat menjalani ibadah puasa,” tutur pria yang akrab disapa Edwin ini kepada SHNet, Selasa (15/5) pagi.

Edwin yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku berharap memasuki bulan puasa yang suci ini dapat membawa segala bentuk kebaikan bagi semua umat baik yang menjalaninya maupun umat non muslim di seluruh Indonesia.

Sementara update terakhir dari pihak kepolisian Surabaya menyatakan korban tewas untuk tiga kejadian bom bunuh diri selama dua hari beruntun itu sudah mencapai 28 orang baik korban maupun pelaku dan yang tertembak polisi. Yang mengalami luka-luka baik dari warga masyarakat maupun petugas kepolisian berjumlah 57 orang. Di antara korban luka ada juga anggota keluarga orang yang diduga menjadi pelaku pengeboman.   (Nonnie Rering)