Di Pulau Hatta, Wisman Bisa 3 Minggu Tinggal di Homestay

Di Pulau Hatta, Wisman Bisa 3 Minggu Tinggal di Homestay

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Banda, Maluku terus meningkat. (Dok. www.cilubintang.com)

SHNet, Jakarta- Pulau Hatta, Kepulauan Banda, Provinsi Maluku memiliki daya tarik wisata yang membuat wisatawan mancanegara (Wisman) betah tinggal lama di sana.

Sesuai dengan namanya, Pulau Hatta merupakan tempat pengasingan Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta. Bukan hanya menyimpan cerita sejarah dari salah satu proklamator Indonesia, namun di pulau ini juga menyimpan keindahan bawah laut yang membuat wisman betah tinggal berminggu-minggu di sana.

Ketua Banda Tourism Board Rizal Bahalwan mengatakan, kunjungan wisman selama tiga tahun belakangan ini ke Banda Naira terus meningkat. Mereka sebagian besar berasal dari Jerman, Belanda, Inggris, Swiss, Finlandia dan Perancis.

Mereka ada yang menginap dulu selama dua hari di Banda Naira, kemudian lanjutkan perjalanan ke Pulau Hatta. Di Pulau Hatta ini para wisatawan bisa tinggal 2-3 minggu.

“Mereka menginap di homestay yang ada di Pulau Hatta 2-3 minggu,” kata Rizal kepada SHNet, Senin (28/5). Lalu apa yang membuat mereka betah tinggal di sana?

Salah satu homestay yang ada di Pulau Hatta, Banda, Maluku. (Dok.Piclear)

 

Dia menjelaskan, di Pulau Hatta, ada 10 homestay yang tak pernah sepi dikunjungi wisman. Para wisatawan asing ini cukup membayar Rp 250.000 per orang per hari. Biaya tersebut sudah termasuk makan sebanyak 3 kali sehari.

Di Pulau Hatta, wisman bisa melakukan snorkeling dan diving. Air laut yang sangat jernih membuat pengunjung bisa melihat batu-batu karang serta ikan-ikan yang cantik. Bahkan tidak jauh dari homestay, mereka sudah bisa menikmati keindahan pantai.

“Sebanyak 65% wisman yang berkunjung ke sana menikmati alam bawah laut. Tapi kami mencoba mengkombinasikan dengan kegiatan wisata lainnya seperti mendaki Gunung Api Banda, mengunjungi perkebunan pala dan city tour,” ujarnya.

Rizal menambahkan, ketersediaan listrik dan transportasi memang masih menjadi kendala, namun tak menyurutkan wisman untuk berkunjung ke Pulau Hatta. Umumnya, mereka berlibur di Kepulauan Banda pada Februari- Mei dan Oktober hingga pertengahan Desember. Menurutnya, pada bulan-bulan tersebut, cuaca bagus, tidak ada angin kencang dan gelombang.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Habiba Saimima mengatakan desa wisata yang ada di Kepulauan Banda masih menjadi primadona wisatawan mancanegara.

Menurutnya, tidak hanya wisata sejarah, keindahan alam bawah lautnya, tetapi juga atraksi budaya dikemas dengan baik untuk menjaring wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusatara ke sana.

Pada 7-14 November mendatang akan digelar Pesta Rakyat Banda. Lewat event tersebut diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Maluku yang dijuluki Negeri Seribu Pulau terus meningkat. (Stevani Elisabeth)