Di Desa Plosorejo, Budidaya Ikan Koi Jadi Daya Tarik Wisata

Di Desa Plosorejo, Budidaya Ikan Koi Jadi Daya Tarik Wisata

Para pelajar berkunjung ke tempat budidaya ikan Koi di Desa Plosorejo, Blitar. (Dok.Sudarsono/Sonkoi)

 

SHNet, Jakarta- Kota Blitar selama ini juga dikenal sebagai sentra budidaya ikan koi. Lihat saja, bila anda memasuki Kota Blitar, di sudut jalan kota itu terdapat patung ikan koi, sebagai penanda kalau Kota Blitar adalah sentra Ikan Koi.

Boleh dibilang sebagian penduduk Kota Blitar menjadi peternak dan budidaya ikan koi. Salah satunya adalah Sudarsono, warga Desa Plosorejo, Blitar.

Desa Plosorejo ini merupakan salah satu desa wisata yang ada di Blitar. Jika berkunjung ke desa ini, ada tiga destinasi wisata yang patut Anda kunjungi yakni Kampung Coklat, koi farm dan Goa Jedog.

“Desa Plosorejo sejak 2014 menjadi desa wisata. Menjadi desa wisata bukanlah pilihan tetapi karena di desa ini ada potensi alam dan sumberdaya manusia. Di sini ada Kampung Coklat, ikan koi dan wisata alam Goa Jedog,” ujar Sudarsono, Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Plosorejo kepada SHNet, Kamis (24/5).

Para pengunjung juga diberikan materi budidaya ikan Koi. (Dok. Sudarsono/Sonkoi)

Sudarsonolah yang pertama kali merintis budidaya ikan koi di Plosorejo. Tanpa bantuan dari dinas terkait, dia mencoba mengelola budidaya koi secara mandiri. Setelah menjadi desa wisata, dia mencoba menjadikan tambak-tambak ikan koi ini menjadi daya tarik wisata.

Alasannya, karena Blitar merupakan produsen ikan koi terbesar di Indonesia dan nomor dua di Asia setelah Jepang. Selain itu koi asal Blitar ini memiliki kualitas yang baik. Bahkan ikan koi yang dia budidayakan meraih juara pertama 11th Asia Cup Koi Show 2018 yang diselenggarakan di ICE BSD Tangerang pada 11-13 Mei 2018.

Ikan koi hasil budidaya yang dilakukan Sudarsono meraih juara I di 11th Asia Cup Koi Show 2018. (Dok. Sudarsono/Sonkoi)

Para wisatawan yang berkunjung ke lokasi budidaya koi, tidak hanya memberikan makan ikan saja, tapi juga dapat ilmu tentang budidaya koi. “Ada materi budidaya ikan Koi yang kami sampaikan kepada pengunjung. Kalau anak-anak jelaskan tentang pengenalan tentang lingkungan hidup dan lain-lain. Materi yang diberikan disesuaikan dengan usia pengunjung. Kalau untuk Dewasa kami berikan pelatihan budidaya sampai teknis marketing online,” paparnya.

Tak heran kalau yang wisatawan yang berkunjung ke tempat budidaya ikan koi ini adalah pelajar dan mahasiswa yang melakukan study tour. Karena lokasinya tidak jauh dari Kampung Coklat, biasanya sehabis mengunjungi Kampung Coklat, mereka singgah ditempat budidaya ikan koi.

Ingin lebih lama lagi menikmati suasana Desa Plosorejo dan berinteraksi dengan warganya, di sini juga ada 35 homestay untuk wisatawan

Sudarsono bersama teman-teman di desanya sekarang ini terus mengembangkan budidaya koi ini agar lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke desa. Apalagi November ini, akan ada lomba ikan Koi yang memperebutkan piala Presiden RI yang diselenggarakan di Kampung Coklat, Desa Plosorejo Blitar. (Stevani Elisabeth)