Bimas Gotong Royong Dihentikan

Hasil Rapat Khusus Presiden :

Bimas Gotong Royong Dihentikan

Jakarta, 21 Mei 1970 – Presiden Soeharto dalam suatu rapat khusus tanggal 19 Mei 1970 telah memutuskan menghentikan Bimas Gotong Royong mulai tahun 1970/71.

Keputusan tersebut diambil setelah diadakan studi yang mendalam yang menyimpulkan bahwa sejak permulaan tahun 1970 pemerintah telah dapat menyediakan kredit rupiah dengan cukup dan sistem penyaluran kredit tersebut oleh Bank Rakyat Indonesia sedang disempurnakan. Kemudian dikatakan bahwa devisa (kredit) untuk impor dan lainnya sudah cukup tersedia serta penyalurannya sampai ke desa sudah dilaksanakan dengan aparat pemerintah dan swasta.

Sehubungan dengan penghentian ini, dikatakan masalah penyuluhan termasuk pemberantasan penyakit tetap dilakasanakan oleh dinas pertanian dengan bantuan para mahasiswa apabila dipandang perlu. Serta usaha prosesing, marketing dapat dilakukan oleh Bulog dan koperasi.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Pertanian Ir. Toyib Hadiwidjaja selesai sidang Kabinet Terbatas Rabu siang yang dipimpin langsung oleh Bina Graha.

Selanjutnya Menteri Toyib mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan target produksi beras untuk 1969/1970 – 1973/1974 berdasarkan perbaikan nilai gizi rakyat dan keharusan mencapai swasembada beras di tahun 1973/1974.

Dengan demikian produksi beras di tahun 1969 sebesar 10.5 juta ton harus ditingkatkan menjadi 15,4 juta ton untuk tahun 1973/1974.

Penekanan pada intensifikasi
Peningkatan produksi tersebut harus dilaksanakan melalui intensifikasi dan ektensifikasi dengan menitik beratkannya pada intensifikasi.

Dikatakan selanjutnya oleh Menteri Toyib bahwa antara 1963 – 1966 berhubung dengan terbatasnya devisa untuk sarana produksi tersebut maka lahirlah apa yang dinamakan Bimas Gotong Royong, dimana swasta dan modal asing membantu menjadi akan sarana produksi tersebut atas dasar kredit dengan deferred payment.

Pada kesempatan tersebut Menteri Toyib juga mengatakan bahwa perusahaan seperti CIBA, Mitsubishi, COOPA dan lainnya akan menyelesaikan kontrak yang sudah ditandatangani untuk Bimas Gotong Royong seluas 400.000 Ha musim kemarau. (SH)