Bayu Terjang Pelaku Bom Hingga Tewas disamping Istri dan dua anak Bayinya

Bayu Terjang Pelaku Bom Hingga Tewas disamping Istri dan dua anak Bayinya

MEMAKSA - RIP Aloysius 'Bayu' Rendra Wardhana, fotografer profesional, ayah dua anak yang tewas ditempat setelah menerjang pelaku bom bunuh diri yang memaksa masuk di depan Gereja SMTB, Surabaya, Minggu (13/5) pagi. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Beristirahatlah dalam damai Bapa Surgawi, Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Bayu, begitu ia biasa disapa. Seorang fotofrager profesional dan pemilik Cornel Photo Studio. Bayu adalah salah satu dari delapan korban bom bunuh diri di Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi.

Bayu dikatakan mati martir karena ia menjadi korban aksi terorisme setelah menghadang pelaku bom bunuh diri di depan pintu gereja yang akan menerobos masuk sampai ke mimbar Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Bom pertama meledak di halaman depan Gereja SMTB sekitar pukul 07.30 WIB. Dan, ketika si pengendara motor ingin menerobos masuk sampai ke altar, Bayu-lah sosok yang berdiri tegap dan menerjang si pengendara motor sehingga bom pun meledak di tempat bersama dengan Bayu dan si pengendara motor di depan gereja. Jika tak diterjang Bayu, pastilah Tabernakel hancur dan umat satu gereja menjadi korban kebiadaban teroris.

Bayu tak pernah menyangka, itulah kali terakhir ia menghadap Bapa Surgawi di rumahnya yang kudus. Dari akun Twitter-nya ditemukan, suami dari Monique Dewi Andhini ini menulis postingan terakhirnya pada pukul 05.44 WIB, “Selamat pagi Tuhan memberkati, mandi cuss SMPB tugas negara memanggil.”

Bayu bersama istrinya Monique dan putri kedua mereka yang lahir pada Desember 2017. (Ist)

Siapa sangka, kurang dari dua jam postingannya beredar, langsung banjir ucapan duka kepada Bayu yang juga seorang Relawan Keamanan di Paroki tempat ia tinggal dan pada Minggu pagi itu memang bertugas membantu petugas keamanan di gereja.

Bayu pergi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, Aaron yang baru berusia tiga tahun dan Alissia yang baru berusia enam bulan. Sang istri di kerumuman orang banyak pun tampak panik dan lunglai sambil menuntut dua orang anaknya di tengah sang suami yang pergi sebagai korban demi menyelamatkan nyaris seluruh jemaat gereja dari aksi biadab teroris.

Sakit, luka, marah, sedih, geram, semua rasa tentu berkecamuk dalam hati sang istri yang harus melihat kepergian sang suami dengan cara tragis. Bisa jadi rasa sakit dan sedih itulah yang menguatkannya untuk mengirim satu postingan di akun Facebook-nya yang kini beredar luas di dunia maya.

“Hai Aaron dan Alyssia, suatu saat ketika kalian besar nanti dan ditanyai oleh sekelilingmu, mana papamu, kalian dengan bangga akan menjawab, papaku di Surga dengan Allah Bapa karena dia jadi martir di gereja,” tulisnya yang langsung disambut dengan puluhan ucapan duka.

Bayu adalah satu dari total delapan korban tewas di bom bunuh diri di Surabaya pada Minggu pagi ini. Total empat korban tewas di Gereja SMTB, termasuk Bayu yang meledak pertama kali dan dua korban tewas di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno dan dua orang lagi tewas di GKI jalan Dippnegoro.  (Nonnie Rering)