Bansos untuk Korban Bencana Disalurkan Non Tunai

Bansos untuk Korban Bencana Disalurkan Non Tunai

Menteri Sosial Idrus Marham saat menjadi pembicara di Lokakarya Nasional Program Transfer Tunai/Bantuan Non Tunai, di Jakarta, Selasa (8/5). (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Jakarta- Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan bantuan sosial untuk korban bencana alam maupun bencana sosial disalurkan secara non tunai guna mendorong inklusi keuangan dan menjamin penyaluran memenuhi prinsip 6T yakni Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi.

“Dengan adanya bansos bencana secara non tunai maka semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses perbankan, ini bagian dari pendidikan kepada mereka dan bentuk prakondisi untuk memberdayakan dan memandirikan mereka,” kata Mensos saat menyampaikan keynote speech dalam Lokakarya Nasional Program Transfer Tunai/Bantuan Non Tunai, di Jakarta, Selasa (8/5).

Ia mengatakan tantangan berat dalam penyaluran bansos adalah memenuhi prinsip 6T. Sebelum disalurkan non tunai, penyaluran bansos masih menemui kendala dalam hal Sasaran dimana exclusion dan inclusion error masih tinggi, dari sisi jumlah bantuan yang diterima tidak sesuai, harga di lapangan masih fluktuatif, sering terjadi keterlambatan waktu dan distribusi, kualitas barang yang tidak sesuai atau rusak, maupun masalah prosedur administrasi yang sering menjadi penghambat.

“Beragam persoalan tersebut dapat diatasi dengan penyaluran bansos secara non tunai menggunakan sistem perbankan,” katanya.

Mensos mengatakan mengenalkan masyarakat kepada bansos non tunai berarti mengenalkan masyarakat kepada dunia perbankan dengan berbagai layanannya. Dengan mengenal dunia perbankan, masyarakat jadi tahu bagaimana menabung di bank dan memanfaatkan berbagai layanan keuangan di bank seperti transfer dan mencairkan bansos.

Sementara secara teknis, lanjutnya, dengan bansos bencana non tunai korban terdampak bencana bisa membeli barang kebutuhan sesuai dengan keinginan, dengan spesifikasi yang sesuai kebutuhan.

Bansos stimulan untuk korban bencana yang disalurkan Kemensos selama ini adalah Santunan Kematian sebesar Rp15 juta per jiwa, Santunan Luka-luka maksimal Rp5 juta per jiwa, Jaminan Hidup sebesar Rp10 ribu per jiwa per hari selama maksimal 3 bulan, Bantuan Bahan Bangunan Rumah maksimal Rp25 juta per rumah, Bantuan Isi Hunian Sementara sebesar Rp3 juta per rumah, Bantuan Dukungan Mata Pencaharian maksimal Rp5 juta per kepala keluarga, dan Bantuan Isi Hunian Tetap sebesar Rp3 juta untuk membeli peralatan rumah tangga dan meubel.

“Setelah bantuan stimulan tersebut diberikan, maka selanjutnya akan ada yang namanya Bantuan Tindak Lanjut. Berupa Pemberdayaan Sosial (Usaha Ekonomi Produktif dan Kelompok Usaha Bersama), Bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pengembangan Sarana dan Lingkungan, serta Bantuan Jaminan Sosial lainnya,” papar Idrus.

Kementerian Sosial, lanjutnya, memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam sejarah penyaluran bantuan sosial. Bansos Perlindungan Sosial dimulai pada tahun 2005 secara tunai terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Raskin Menkokesra. Bentuk bantuannya berupa uang, bahan bangunan, dan peralatan untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Pemberian bansos terus mengalami perkembangan hingga pada tahun 2017 bansos penyaluran bansos PKH dan bansos Pangan mulai disalurkan non tunai menggunakan sistem perbankan dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Lokakarya Nasional Program Transfer Tunai/Bantuan Non Tunai diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di antaranya Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, OJK, TNP2K, HIMBARA, BNPB, BPBD, UN OCHA, UNICEF, World Bank, Save The Children, dan perusahaan telco.

Tujuan dari kegiatan ini adalah membangun pemahaman bersama tentang Program Transfer Tunai sebagai salah satu metode dalam memberikan dukungan kemanusiaan, prinsip, lingkungan yang mendukung, kekuatan dan kelemahan PTT dalam penanggulangan bencana di Indonesia. (Stevani Elisabeth)