Atas Laporan Bawaslu, PSI Siap Diperiksa Penyidik Bareskrim

Atas Laporan Bawaslu, PSI Siap Diperiksa Penyidik Bareskrim

SHNet, Jakarta – Merasa yakin tidak melakukan pelanggaran kampanye,  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ketua Umumnya  memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Pemanggilan dan pemeeiksaan ini, terkait adanya  laporan  dari Bawaslu beberapa hari lalu.

PSI sendiri dilaporkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ke Bareskrim Mabes Polri karena dinilai melakukan kampanye dini melalui iklan.

“Hari ini kami datang memenuhi panggilan Bareskrim terkait dengan temuan dan laporan dari Bawaslu dan kami menghormati proses hukum yang berlaku,” kata Ketua Umum PSI Grace Natalie di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Grace mengaku merasa tenang dan optimistis proses yang akan dijalani bakal berjalan sebaik-baiknya. PSI, kata dia, percaya sepenuhnya Polri akan memproses kasus tersebut dengan obyektif, adil, dan profesional.

Grace yang pernah menjadi reporter di salah satu televisi swasta ini mengatakan, bahwa Bawaslu bersikap diskriminatif dengan hanya melaporkan PSI dan membiarkan tindakan partai politik lain yang melakukan hal serupa.

“Banyak partai politik lain yang beriklan dengan menampilkan logo, nomor urut, dan foto petinggi partai. PSI akan melawan ketidakadilan yang dilakukan Bawaslu,” ujar Grace.

Dalam pemanggilan pemeriksaan okeh penyidik Bareskrim, tampak hadir  Grace selaku Ketua Umum  serta Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Wasekjen PSI Satia Chandra Wiguna, dan Communication Strategist Andy Budiman. Hadir pula kuasa hukum PSI Albert Aris.

Seperti diketahui, sebelumnya, Bawaslu melaporkan PSI ke  Bareskrim Polri pada Tanggal 17 Mei lalu dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/646/V/2018/BARESKRIM

Dalam laporan ini , Bawaslu menilai PSI telah melakukan kampanye dini atau di luar jadwal yang sudah ditentukan oleh penyelenggara pemilu. Kampanye tersebut berupa pemasangan iklan oleh PSI di media cetak Jawa Pos pada 23 April 2018. (MH)