Mencuri Start Dua Petinggi PSI Dilaporkan Ke Bareskrim

Mencuri Start Dua Petinggi PSI Dilaporkan Ke Bareskrim

“Untuk tahap berikutnya di Kepolisian, yang oleh undang-undang diberikan waktu penyidikan paling lambat 14 hari sejak diterima, Kepolisian segera menetapkan Tersangka untuk selanjutnya masuk dalam proses penuntutan,” ujar Ketua Bawaslu Abhan Misbah di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (17/5).

Abhan mengatakan Bawaslu dan kepolisian telah membangun kerja sama dalam menangani dugaan kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan PSI. Terutama di dalam sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri atas Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung.

Atas dasar itulah Abhan meminta polisi segera menetapkan tersangka dua petinggi PSI yang telah dilaporkan Bawaslu.

“Karena sinergitas ini telah dibangun sejak awal penanganan Temuan Nomor:02/TM/PL/RI/00.00/IV/2018,” ucap Abhan.

Sebelumnya, PSI menayangan iklan hasil jajak pendapat soal menteri-menteri dan cawapres yang patut mendampingi Joko Widodo pada periode kepresidenan selanjutnya di salah satu media cetak bulan lalu. Dalam iklan itu, PSI mencantumkan nama, lambang, serta nomor urut parpol.

Bawaslu lalu melakukan penindakan. Bawaslu memanggil perwakilan media cetak yang menayangkan iklan tersebut. Bawaslu juga mengundang perwakilan PSI untuk dimintai keterangan. Tidak ketinggalan, Bawaslu pun meminta pendapat ahli pidana dan ahli bahasa.

Bawaslu kemudian menyimpulkan bahwa PSI diduga melakukan kampanye di luar jadwal. Walhasil, Ketua Bawaslu melaporkan Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Wasekjen Chandra Wiguna ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis pagi (17/5). (MH)