Warga Perbatasan Mulai Rasakan Pembangunan Infrastruktur Dasar

Warga Perbatasan Mulai Rasakan Pembangunan Infrastruktur Dasar

 

SHNet, KUPANG-Warga masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, mulai merasakan pembangunan infrastruktur dasar. Misalnya, listrik, jalan raya dan jaringan telekomunikasi (Telkomsel).

“Setelah sekian puluh tahun dilupakan, akhir-akhir ini kami masyarakat perbatasan baru dapat menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya. Sekarang
kami sudah bisa menikmati listrik, jalan raya, dan telekomunikasi,” kata Romo Yohanes Kristo Tara, OFM dari Paroki Laktutus, Keuskupan Atambua kepada SHNet, Selasa (10/4/2018) malam.

Diakuinya, memang belum sangat memadai, tetapi infrastruktur-infrastruktur dasar sudah mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayah itu.

Ia menyampaikan, misalnya pembangunan jalan sabuk merah perbatasan, ini menujukkan keseriusan pemerintah memperhatikan masyarakat di tapal batas.

Masyarakat tentu mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat pada masa kepemimpinan Joko Widodo yang menjadikan pembangunan perbatasan sebagai bagian dari Nawacita.

Kendati demikian, pembangunan perbatasan masih butuh sentuhan serius, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Misalnya pembangunan sektor ekonomi masyarakat perbatasan perlu digenjot lebih serius lagi. Perlu ada program-program ekonomi dan alokasi anggaran khusus masyarakat perbatasan. Ini penting agar ekonomi masyarakat tidak mengalamai ketimpangan dengan masyarakat negara tetangga,” ujarnya.

Menutut dia, untuk mengakselerasi pembangunan daerah perbatasan dibutuhkan kerja sama yang baik dan sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menyarankan bupati-bupati di daerah perbatasan mesti mampu menerjemahkan dan mengimplementasikan Nawacita pembangunan Presiden Jokowi.

“Oleh karena itu, pemimpin daerah mestinya tidak perlu masuk dalam dikotomi antara pendukung dan oposisi pemerintah pusat,” tegas Romo.(Dis Amalo)