Vania Ditemukan Gizi Buruk, DPRD Akan Telusuri Susu Kental Manis

Vania Ditemukan Gizi Buruk, DPRD Akan Telusuri Susu Kental Manis

Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris

SHNet, Batam – Nyanyang Haris, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam mengatakan akan memberi perhatian khusus polemik susu kental manis. Terlebih, di Batam juga ditemukan kasus gizi buruk balita Vania yang berusia 1 tahun akibat mengkonsumsi susu kental manis sejak berusia 2 bulan.

Gizi Buruk Akibat Susu Kental Manis

“Tentu,  kita akan telusuri  susu kental manis ini, apalagi bila sudah ada korban gizi buruk begini. Itu kan untuk minum teh, tapi masih ada masyarakat yang jadikan minuman anak, bahaya kan,” ujar politikus partai Gerindra ini kemarin.

Dikatakan Nyanyang, hingga saat ini DPRD belum mendapat laporan tentang gizi buruk yang dialami Vania. “Kita kan menelusuri laporan dari masyarakat. Tentu saja susu kental manis ini akan kita beri perhatian, apakah nanti perlu ada himbauan, kita lihat nanti,” jelas Nyanyang.

Sebagaimana diketahui, Januari lalu Vania, balita di Kec. Sagulung Kota terpaksa dirawat di RSUD Embung Fatimah karena menderita gizi buruk. Nefriyanti, Dokter Gizi Puskesmas Sei Lekop, Sagulung Kota yang menangani mendampingi membenarkan gizi buruk tersebut bermula dari susu kental manis yang dikonsumsi Vania sejak berusia 2 bulan.

Gejala awal yang terlihat adalah Vania mengalami kulit melepuh, tidak dapat bergerak hingga akhirnya gizi buruk. “Kulit yang melepuh memang efek yang cepat terlihat bila bayi diberi kental manis, anak-anak terutama bayi dibawah setahun tidak boleh diberi kental manis” jelas Nefriyanti.

Lebih lanjut, akibat dari salah asupan tersebut, imunitas tubuh anak juga terganggu dan akibatnya rentan terserang penyakit penyerta. “Ya karena minum kental manis itu, asupan gizinya tidak sesuai. Daya tahan tubuh jadi lemah dan akhirnya bakteri TB (tuberculosis)  mudah menyerang,” imbuh Nefri.

Vania hingga saat ini menjadi keluarga yang mendapat kunjungan rutin dari Puskesmas Sei Lekop. Untuk memperbaiki gizinya, Vania mendapat bantuan makanan tambahan yang didistribusikan melalui Puskesmas Sei Lekop. Tak hanya itu, pengobatan TB juga dipantau oleh tim dari Puskesmas. Berat badannya telah meningkat dari 4,1 kg saat ditemukan, kini sudah lebih dari 5 kg. Kulit yang semula melepuh pun sudah kembali bersih. (Kurnia)