Unik dan Tidak Bisa Ditiru, Itulah Kiat Agnes Budhisurya

Unik dan Tidak Bisa Ditiru, Itulah Kiat Agnes Budhisurya

Salah satu koleksi Agnes Budhisurya yang dipamerkan di Mitra Hadiprana, Kemang, Jakarta, Senin (16/4). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta – Selama 60 tahun berkarya di bidang fashion bukan berarti tidak ada hambatan bagi desainer Agnes Budhisurya (73).

Salah satunya adalah sering ditiru dan dijual dengan harga yang murah. Namun, ibu dari empat anak ini punya kiat tersendiri agar koleksi busana rancangannya tetap unik dan tidak mudah ditiru.

Sejak usia 13 tahun Agnes sudah menjahit busananya sendiri. “Saya didik ibu, kalau mau pakai baju baru harus harus bisa jahit sendiri,” ujarnya kepada wartawan, di Mitra Hadiprana, Jakarta, Senin (16/4).

Perempuan yang satu ini awalnya menekuni bordir untuk koleksi – koleksi busananya. “Bordir saya buat gaya saya sendiri sehingga membedakan dengan penjahit lain,” lanjutnya. Namun, seiring jalannya waktu, bordir karya Agnes ini ditiru dan dijual dengan harga murah.

Dia pun tidak kehabisan akal untuk terus berkreasi. Apalagi dia lahir dari keluarga perancang. Ibunya dikenal sebagai penjahit busana pengantin, sedangkan ayahnya seorang perangkai bunga dan pembuat kerajinan berbentuk burung dan kupu-kupu dari kertas.

Bunga, salah satu objek yang dilukis oleh Agnes Budhisurya. (SHNet/stevani elisabeth)

Agnes juga suka melukis. Dia akhirnya menemukan media baru yakni melukis di atas kain. Sejak saat itu, semua desainnya selalu diperkaya dengan sapuan kuas dan cat. Mulai dari lembaran kain yang halus hingga batik dan tenun.

“Saya bebas sekali dengan lukisan. Saya buat sketsa sendiri, dibordir kemudian dilukis,” ujarnya. Menurutya, tantangan yang dihadapi saat melukis di atas kain adalah tidak semua kain bisa menyerap cat. Sutera adalah kain yang paling gampang menyerap cat, sehingga paling enak melukis di atas kain tersebut.

Sumber inspirasinya dia peroleh dari apa yang dilihatnya. Memang banyak didominasi dengan bunga.Menurutnya, bunga itu lambang keindahan dan identik dengan perempuan.

Pada 16 April 2018 di Mitra Hadiprana, Agnes menampilkan 73 koleksi dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-73 tahun. Pameran tersebut sebagai sebuah retrospeksi. (Stevani Elisabeth)