Sulitnya Soal Matematika UN Bikin Siswa Menangis Hingga Muntah-Muntah

Sulitnya Soal Matematika UN Bikin Siswa Menangis Hingga Muntah-Muntah

PENGAWAS - Guru Matematika SMA Widuri, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Tri Wiyanti S.SI.MM bersama salah satu pengawas SMU di wilayah Jakarta Selatan, Pak. Lubis (tengah) dan Kepala Sekolah SMA Widuri, Drs. Budhy Sasmito (Kanan). (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Para siswa SMA di seluruh Indonesia mulai hari ini sudah bisa bernafas lega lantaran sudah bisa menyelesaikan seluruh rangkaian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak Senin (9/4) dan berakhir pada Kamis (12/4).

Keberulan Ujian Nasional (UN) tahun ini memang dilaksanakan dengan sistem baru yang berbasis komputer yang mana ujian itu dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Meski waktu ujian itu sudah tuntas, tapi masih saja ada yang mengganjal hingga saat ini, yang mana rata-rata semua siswa mengeluhkan sulitnya soal ujian matematika yang digelar pada hari kedua ujian, Selasa (10/4).

Keluhan para siswa SMU se tanah air bahkan sampai viral di media sosial lantaran keluhan itu diupload di akun Instagram Kementrian Pendidikan dan Budaya. Ada yang menuliskan kalau berasa mau bunuh diri saat menghadapi soal-soal matematikan UN itu. Ada juga yang mengeluhkan kalau sampai muntah-muntah dengan sulitnya soal matematika. Yang lain bahkan menulis, apakah para menteri mampu mengerjakan soal-soal matematika itu.

SHNet berkesempatan berbicara dengan Komunitas Asosiasi Pengawas SMU Seluruh Indonesia (APSI) pada Kamis (12/4). Rata-rata para pengawas mengatakan kalau dari hasil monitoring di lapangan memang benar sekali banyak siswa SMU yang mengeluhkan soal sulitnya soal-soal ujian matematika itu.

“Sudah saya tanyakan ke beberapa guru dan rata-rata para guru pun membenarkan. Bahkan ada siswa yang sampai menangis lantaran tak mampu mengerjakan satu soal pun,” kata salah satu Pengawas di Wilayah Jakarta Selatan yang tak mau disebutkan namanya ini. Ia pun melanjutkan, kalau mayoritas anak-anak mengatakan susah bahkan sampai diviralkan ke akun kemendikbud, berarti memang benar sukar sekali soal-soalnya.

Suasana Ujian Nasional 2018 di salah satu sekolah di Jakarta. (Ist)

“Dalam Ketuntasan belajar, kalau ketuntasan belajar peserta didik kurang dari 75% berarti gurunya yang harus intropeksi diri. Dalam hal ini pun menurut saya berlaku sama kalau secara nasional anak-anak atau mayoritas/banyak yang tak tuntas, maka si pembuat soal/atau yang mengeluarkan soal itu harus intro peksi diri ,” tutur pengawas yang sehari-harinya berkantor di Kantor Kotamadya Jakarta Selatan ini.

Sementara salah satu guru matematika dari SMA Widuri di kawasan Jalan Gunung Balong, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Tri Wiyanti S.SI.MM mengatakan kalau memang benar kebanyakan murid-murid kelas 12 di SMA Widuri pun mengeluhkan soal sulitnya soal-soal Matematika itu.

“Kebanyakan bilang, itu tak sesuai dengan kisi-kisi. Jadi solusinya ya untuk tahun depan kita akan bahas lagi soal-soal itu kembali agar bisa memberikan kisi-kisi yang hampir serupa dengan UN,” jelas Tri yang juga Wakil Kepala Sekola SMA Widuri ini.

Beragam keluhan yang dilontarkan para guru, pengawas dan siswa SMU kelas 12 se tanah air seharusnya menjadi perhatian Kemendikbud dalam menyiapkan soal UN lagi di tahun mendatang. Betapa lucunya Kemendikbud seolah mendapat serangan dengan sejumlah komentar lucu seperti berikut:

“Pak itu dadu di kocok 600 kali faedah nya apa pak ? Klo mai monopoli udah keburu wafat,” tulis akun @im.evelynnn.

“Dikira otak kt kayak albert einstein kali yaak,” tulis akun @andyfazmi_.

“Terimakasih telah membuat kami hampir putus asa mengerjakan soal mtk pakk makasih banyak pakk,” tulis akun @aditia_as.

“Dilan,ternyata lebih berat ngerjain soal unbk taun ini daripada rindu,soalnya beda semua ama kisi2/pengayaan/simulasi/to,” tulis akun @auliyaaafy.   (Nonnie Rering)