Rupiah Telah Jadi Mata Uang Yang “Keras”

Menurut Menkeu Belanda

Rupiah Telah Jadi Mata Uang Yang “Keras”

Amsterdam, 20 April 1971 – Menteri Keuangan Belanda Dr. Hendrik Witteveen kepada wartawan hari Minggu di lapangan terbang Schiphol, Amsterdam, setibanya kembali dari kunjungan singkatnya ke Indonesia dan Singapura. Dr. Witteveen menyatakan rasa optimisnya mengenai arah perkembangan situasi pada umumnya di Indonesia.

Ia menggambarkan apa yang telah dicapai oleh pemerintah Indonesia dalam usaha menstabilkan keadaan di negeri ini sebagai “hasil yang luar biasa”, karena katanya, “telah dicapai hanya dalam waktu beberapa tahun saja”.

Anggaran belanja negara Indonesia, kata Menteri Witteveen, sekarang sudah seimbang sama sekali, sedang dulu Indonesia selalu menderita defisit yang luar biasa. Indonesia sekarang ini bahkan mampu membiayai sebagian dari usaha pembangunannya dengan dana yang diambilkan dari anggaran belanjanya.

Lebih-lebih, suatu permulaan yang baik elah dibuat dengan bertambahnya produksi beras di Indonesia dan berkat kebijaksanaan pemerintah RI, rupiah Indonesia sekarang ini telah menjadi suatu mata uang yang keras sedemikian rupa hingga kini mudah menarik kredit asing , demikian Dr. Witteveen.

Menteri Keuangan Belanda itu selanjutnya menandaskan bahwa pemerintah Soeharto sekuat-kuatnya menyokong segala usaha pembangunan.

“Menurut hemat saya, ini adalah suatu aspek yang menarik. Kita di negeri Belanda mungkin mempunyai perasaan tertentu berkenaan dengan diktator militer, tapi orang ini (Soeharto, red) telah menunjukkan banyak pengertian betapa perlunya pembangunan kembali ekonomi .

Untuk maksud ini bahkan ia menyetujui diadakannya pembatasan yang nyata terhadap anggaran belanja angkatan perang”, demikian Dr. Witteveen. (Ant/Rtr)