RI Dan Malaysia Bentuk Panitia Perbatasan Umum Tingkat Menteri

RI Dan Malaysia Bentuk Panitia Perbatasan Umum Tingkat Menteri

Jakarta, 7 April 1971 – Indonesia dan Malaysia Kamis kemarin telah menandatangani perjanjian keamanan dan menyatakan lahirnya Panitia Perbatasan tingkat menteri untuk menghadapi gerilya komunis di sepanjang perbatasan kedua negara di Kalimantan.

Menteri Negara Urusan Hankam Indonesia, Jenderal Panggabean dan Wakil PM Malaysia Ismail Abdul Rahman telah menandatangani perjanjian itu di ruang Kemlu Malaysia.
Kedua Menteri akan mewakili negeri masing-masing kepertemuan Panitia Tingkat Menteri itu yang akan berlangsung paling kurang dua kali setahun, untuk meninjau kembali perkembangan keamanan dan untuk mengembangkan proyek keamanan baru.

Pemerintah Malaysia juga mempunyai perjanjian keamanan yang sama dengan pihak Muangthai untuk menghadapi gerilya komunis di perbatasan kedua negeri.

Pada upacara penandatanganan, Ismail mengatakan Malaysia dan Indonesia mempunyai perjanjian yang berlaku surut sampai Maret 1967 yang mengharuskan Komandan pasukan militer kedua negeri di Kalimantan untuk bertemu setiap bulan membicarakan cara dan program menghadapi gerilya komunis.

Sekarang, demikian Ismail, sangat diperlukan adanya dialog dan pertukaran pandangan pada tingkat tinggi karena itu Panitia Perbatasan dibentuk di bawah Perjanjian Keamanan tersebut. “Saya yakin dengan penandatanganan perjanjian ini akan kita lihat kerjasama yang semakin erat dan efektif dalam tujuan kita mengeliminasi korban pasukan komunis bersenjata di perbatasan”.

Delegasi pertemuan tingkat menteri itu akan didampingi oleh perwira senior militer dan polisi.
Menteri Panggabean yang mengunjungi Malaysia dalam kunjungan 5 harinya mengatakan langkah kearah penandatanganan perjanjian itu berjalan dengan lancar dan akan membantu untuk menghancurkan pasukan komunis. (SH/AP)