Presiden Membuka Jambore Nasional

Presiden Membuka Jambore Nasional

Dengan Tema “Sedia Daya Bangun Negara”

Jakarta, 17 April 1973 – Bapak Pramuka Tertinggi, Presiden Soeharto dengan mengucapkan bismillah telah membuka Jambore Nasional 1973 Selasa pagi di Cibubur, kurang lebih 25 Km dari Jakarta kearah Bogor.

Suasana demikian ramainya ketika Bapak Pramuka Tertinggi Presiden Soeharto mendekati mikrofon. Ratusan pramuka dengan kamera segala jenis mengerumuni Presiden dan Nyonya untuk mengabadikan kesempatan itu.

“Coba mundur, coba mundur”, kata Presiden beberapa kali tapi kerumunan itu hanya mundur beberapa centi meter saja.
Presiden dan Nyonya serta Ketua Umum Kwarnas Pramuka Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono hadir dengan pakaian pramuka.

Pembukaan Selasa pagi dimulai dengan pembacaan “dialog transmigrasi” disampaikan dua pramuka pembina secara bersahut-sahutan. Kemudian disusul dengan lagu “Padi ditumbuk dijadikan beras”.

Selanjutnya Sang Saka Merah Putih dinaikkan diikuti bendera Jambore bersama-sama dengan bendera Kwarda Pramuka.
“Api dari Lampung” sebagai lambang semangat pramuka transmigran diseberangkan dari tepi danau Setu Baru Cibubur menuju lapangan upacara dengan perahu karet api dalam obor bambu ini dikawal serombongan pemuda-pemudi Lampung dengan berpakaian adat. Mereka kemudian telah menyerahkan lambang daerah transmigrasi kepada Bapak Pramuka Tertinggi Presiden Soeharto.

Begitu Presiden membuka Jambore ini, balon diterbangkan ke udara disertai sorak-sorai 10.851 anggota Pramuka dari seluruh Indonesia dengan delegasi dari beberapa negara tetangga, Australia, Republik Of China (Taiwan) dan Singapura.
Dalam pawai, delegasi pramuka Irian Jaya yang belum berbusana pramuka telah mendapat sambutan hangat.

Jambore kali ini diikuti oleh 4747 putra dan 3867 putri dari tingkat Penggalang, 774 putra dan 396 putri dari tingkat Pembina dan 864 putra dan 203 putri dari golongan Peninjau.
Jambore Nasional yang mengambil tema “Sedia Daya Bangun Negara” ini akan berlangsung sampai 22 April. (SH)