Picasso Tutup Umur Meninggalkan Spanyol Hingga Akhir Hayat

Picasso Tutup Umur Meninggalkan Spanyol Hingga Akhir Hayat

Nice, 9 April 1973 – Pelukis terkenal kelahiran Spanyol, Pablo Picasso telah meninggal di tempat kediamannnya di Perancis bernama Mas Notre Dame de Vie di Mougina dekat Nice, Perancis Selatan hari Minggu. Ia meninggal dalam usia 91 tahun.

Pengumuman tentang meninggalnya Picasso dikelluarkan oleh sekretaris pribadinya. Picasso sendiri telah bertahun-tahun tinggal dalam pengasingan di Perancis. Ia meninggal akibat serangan jantung.

Riwayat hidup
Picasso yang sampai akhir hayatnya menetap di Perancis Selatan setelah meninggalkan tanah tumpah darahnya dalam tahun 1946, dilahirkan di Malaga, Spanyol Selatan, 25 Oktober 1981 ayahnya adalah mahaguru dalam seni lukis.

Ia belajar di sekolah seni rupa di Barcelona dan kemudian di Madrid. Sejak umur 16 tahun bakatnya telah tampak menonjol dalam seni lukis.

Picasso datang ke paris untuk menetap dalam tahun 1904. mula-mula ia bekerja di Bateau Lavoir, di Montmattre yang merupakan tempat tinggal sekaligus tempat kerja bagi artis aliran imprestonis serta artis kontemporer lainnya masa itu.

Tahun ini menandai saat bermulanya periode “biru” dalam lukisan Picasso, dimana ia menghasilkan karya yang mungkin paling di cari-cari serta dihargai oleh para ahli kesenian maupun para penggemarnya.

Sebagai sahabat dari penyair terkemuka bahkan yang dipandang sebagai avant-garde puisi Perancis, Apollinaire, Picasso beralih kepada ciptaannya yang lebih khas dengan memasuki periode “merah jambunya” dari tahun 1905 – 1906.

pada tahun 1907, akibat pengaruh pelukis tenar lainnya, Cenzane serta seni pahat Negro, Picasso menciptakan karyanya yang tersohor, S’Demoiselle D’Avignon, permulaan dari aliran kubisme dalam lukisannya serta merupakan pendekatan baru kepada seni lukis modern.

Antara 1909 – 1914 aliran kubisme tersebar dengan luas dengan Picasso dan Braque diakui sebagai “master” dari gerakan tersebut.
Setelah berbalik kepada gaya yang lebih klasik, Picasso kemudian memperkenalkan suatu gaya baru yang menimbulkan skandal, tetapi yang justru secara “tidak disengaja” malah menonjolkan karya seninya ke dunia internasional dengan kostume dan dekornya dalam ballet, Diaghilev “Parade”.

Sejak 1923, gaya Picasso lebih kuat ke arah surrealisme terutama tampak pada lukisannya yang menggambarkan “orang mandi” dan “tidur”.

Hasil karyanya bisa dikatakan mencapai puncak dengan lukisannya “Guernica” kota yang didiami suku bangsa Basque yang ditinggalkan semasa perang saudara Spanyol, hal mana mengakibatkan ia harus meniggalkan negerinya untuk selama hidupnya. Pada masa itu Picasso menjabat sebagai anggota dewan kurator Musium Prado di Madrid.

Ia kembali ke Paris pada masa pendudukan Nazi Jerman. Pada masa itu ia sedang berada pada puncak periode ekspresisionismenya.
Tahun 1946 Picasso picah ke Perancis Selatan dan tinggal di Valtauris, Cannes dan kemudian hijrah lagi ke Mougins dimana ia berdiam sampai akhir hayatnya.

Boleh dikatakan sampai saat ini antara 13.000 sampai 14.000 lukisan berada atas namanya, disamping 100.000 karya cetakan, 34.000 buku yang berisi ilustrasi dari karyanya serta 300 patung dan karya dari keramik.

Dalam tahun 1930 Picasso memenangkan hadiah Carnegie dan tahun 1962 hadiah perdamaian Lenin diperolehnya.
Dalam tahun 1961 ia menikah dengan isterinya yang kedua dan mempunyai empat orang anak, yang sulung bernama Paulo. (SH/Ant//Afp/Rtr)