PGBM Berhasil Sembuhkan 78 Persen Anak Gizi Buruk

PGBM Berhasil Sembuhkan 78 Persen Anak Gizi Buruk

SHNet, KUPANG-Program Pemulihan Gizi Berbasis Masyarakat (PGBM) berhasil menyembuhkan 78 persen anak gizi buruk dari 719 kasus gizi buruk atau anak sangat kurus.

Pada 2017, rata-rata tingkat kesembuhan mencapai 78 persen, drop out 11 persen dan yang meninggal dunia 1 persen.

“Ada 56 pos pelayanan PGBM di enam kecamatan secara rutin melayani terintegrasi dengan Manajemen Terpadu pelayanan Balita Sakit (MTBS),” kata Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Doddy Ezwardy di Kupang, Kamis (19/4/2018) malam.

Pelayanan kesehatan terhadap anak-anak gisi buruk dilakukan oleh 117 tenaga kesehatan terlatih PGBM dan didukung 21 staf terlatih dari Kemenkes, Dinkes Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten, PKK, pelayanan konseling PMBA oleh 108 tenaga kesehatan dan 353 kader. Skrining identifikasi anak gizi buruk atau anak sangat kurus dilakukan oleh 1.174 kader terlatih.

Menurut Doddy, masih ada tantangan dalam pelayanan anak gizi buruk. Misalnya, masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang anak sangat kurus dan bahayanya. DO pada modeling PGBM masih tinggi walaupun secara gradual membaik pada pelaksanaan tahun 2017 hingga 2018. Pelacakan masih berputar di Posyandu, sementara rata-rata kehadiran balita di Posyandu setiap bulan masih dibawah 65 persen. Mutasi tenaga kesehatan beberapa kali juga mempengaruhi efektififas pelaksana program.

“Rencana ke depan memperkuat integritas PGBM dengan program lain. Saat ini telah dilaksanakan integritas PGBM dengan MTBS,” ujar Doddy.

Selain itu, rencana ke depan meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran, termasuk untuk sumber daya manusia, kebijakan/regulasi dan kualitas pelaksanaan program gizi dan program terkait.

Ia menyampaikan, dampak gizi buruk adalah terganggunya sistem kekebalan tubuh seorang anak, meningkatkan lama dan keparahan penyakit menular yang dideritanya dan juga risiko kematian.

“Gizi buruk juga berdampak negatif pada perkembangan fisik dan mental seorang anak dalam jangka panjang,” kata Doddy.(DA)