Pertumbuhan Ekonomi NTT Tidak Mengurangi Angka Kemiskinan

Pertumbuhan Ekonomi NTT Tidak Mengurangi Angka Kemiskinan

 

SHNet, KUPANG-Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cenderung menguat seperti yang tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPj-AMJ) Gubernur NTT periode 2013-2018, namun tidak menurunkan angka penduduk miskin di daerah itu.

“Sesuai tabel LKPj-AMJ, penduduk miskin di NTT tahun 2013, sebesar 20,24 persen dan pada tahun 2016 menjadi 22,19 persen,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj-AMJ Gubernur periode 2013-2018, Hamdan Saleh Batjo dalam Rapat Paripurna DPRD NTT, Jumat (20/4/2018).

Hamdan menyadari tingkat kemiskinan ditentukan banyak fator dan varians dan tidak dapat dengan mudah dikontrol lewat kebijakan investasi penerintah.

Selain itu, tinkat kemiskinan di NTT dipengaruhi dengan adanya perubahan regulasi penetapan indikator standar kemiskinan.

Ia menyampaikan, selain tingkat kemiskinan yang belum menurun, bidang pendidikan khususnya angka melek huruf (AMH), terjadi secara fluktuatif.

AMH pada tahun 2013, sebesar 91,61 persen, 86,52 persen (2014), 92,73 persen (2015) dan tahun 2016 AMH sebesar 92,60 persen.

“Sehingga dari data tersebut secara akumulatif menunjukan penduduk buta huruf pada 2013, sebesar 8,39 persen, 13,48 persen (2014), 7,27 persen (2015) dan tahun 2016, penduduk buta huruf di NTT sebesar 7,40 persen,” kata Hamdan.(DA)