Pertumbuhan Ekonomi NTT Terus Meningkat

Pertumbuhan Ekonomi NTT Terus Meningkat

SHNet, KUPANG-Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Naek Tigor Sinaga menyatakan pertumbuhan ekonomi di daerah itu memang terus menunjukkan tren positif empat tahun terakhir.

Pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi NTT adalah sebesar 5,16 persen. Berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,07 persen.

“Namun, tantangan ekonomi NTT adalah menyeimbangkan neraca perdagangan,” kata Sinaga dalam acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se-Nusa Tenggara Timur di Kupang, Senin (9/4/2018).

Nilai ekspor NTT pada Tahun 2017 lebih kecil yakni hanya sekitar Rp 6,4 triliun dibandingkan dengan nilai impor yang mencapai Rp. 52,5 triliun. Nilai impor yang besar ini disumbangkan oleh bahan makanan jadi, bahan konstruksi, transportasi, sandang dan energi.

“Ada peluang untuk menyeimbangkan neraca perdagangan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menggenjot bidang pariwisata, memaksimalkan komoditas pertanian lahan kering, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan dan pertambangan,” kata Sinaga.

Selain itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT Mariatje Pattiwaellapia menjelaskan kecenderungan inflasi di NTT terus menurun dan berada di bawah rata-rata nasional.

Tahun 2017, inflasi NTT hanya sekitar 2 persen, di bawah rata-rata nasional sebesar 3,61 persen. Pada triwulan pertama tahun 2018, tren ini terus bertahan. Bahkan pada bulan Maret, NTT mengalami deflasi sebesar 0,43 persen.

“Kemungkinan di bulan April, potensi deflasi masih besar.
Sementara bulan Mei, ada potensi kenaikan sedikit karena memasuki masa puasa bagi umat muslim. Keadaan ini tidak boleh membuat kita lengah, harus terus ditingkatkan koordinasi antara tim,” ujarnya.

Khususnya untuk komoditi beras, ikan, telur ayam dan bahan makanan lainnya serta tarif angkutan udara, harus terus dijaga kestabilan harganya karena berpotensi menyumbangkan inflasi.

Ia menambahkab wilayah sampel inflasi di NTT akan menjadi tiga kota yakni Kota Kupang, Maumere dan Waingapu.(Dis Amalo)