Penyebab Pasien HD Bertahan Hidup Kurang Dari 3 Bulan

Penyebab Pasien HD Bertahan Hidup Kurang Dari 3 Bulan

Dokter Spesialis penyakit Dalam RS Tebet, Dr Puteri Wahyuni, SpPD, KGH tengah memberikan pemaparan tentang Hemodialisis dan penyakit Ginjal Kronis dalam perayaan HUT ke-36 RS Tebet, di Jakarta, Selasa (10/5). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Saat ini masih banyak pasien yang menjalani hemodialisa (HD) atau cuci darah hanya mampu bertahan hidup kurang dari 3 bulan pasca yang bersangkutan menjalani HD.

Hal tersebut diutarakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Tebet, Dr Putri Wahyuni, SpPD, KGH dalam Edukasi Pelayanan Hemodialisis pada perayaan HUT ke-36 RS Tebet Jakarta, Selasa (10/4).

“Pasien HD rata-rata lama hidupnya kurang dari 3 bulan dan hanya 9,8% yang hidup di atas 3 tahun,” ujarnya.

Mengapa? Menurut Putri, sebagian besar pasien HD datang ke rumah sakit dalam kondisi buruk seperti kesadaran menurun, sudah komplikasi dan sebagainya. “Kalau sudah masuk indikasi, harus di HD,” kata Putri.

Ia menambahkan, pasien baru dan pasien aktif hemodialisis terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dia menjelaskan, pasien HD tahun 2016 mencapai 25.446 pasien dan pasien aktif 52.835. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dari 2015 yakni pasien baru 21.050 dan pasien aktif 30.554.

Di lihat dari usia, pasien HD paling banyak berusia antara 45-63 tahun. Namun, pasien HD yang berusia di bawah 25 tahun juga ada, sehingga perlu mendapat perhatian.

“Pasien HD yang berusia kurang dari 25 tahun memberikan kontribusi sebesar 2.79 persen. Hal ini sudah saatnya memberikan perhatian pada kelompok usia muda untuk mulai memperhatikan kesehatan ginjal,” tuturnya.

Putri mengatakan, penyakit ginjal kronik pada remaja belum ada data yang pasti. Umumnya, penyakit ginjal kronik pada remaja disebabkan oleh auto imun seperti penyakit umum. Sedangkan pada usia 45-63 tahun disebabkan oleh diabetes, hipertensi atau akibat keganasan/batu dan lain sebagainya.

RS Tebet dalam usianya yang ke-36 sudah memiliki unit dialisis bertaraf internasional di lantai 3. Unit tersebut dilengkapi dengan 8 unit mesin HD, dokter spesialis dalam, konsultan ginjal hipertensi, dokter pelaksana terlatih bersertifikat HD, 3 perawat terlatih bersertifikat HD. Unit dialisis ini diresmikan pada 5 April 2018. (Stevani Elisabeth)