Pelukis Wayang Sudjadijono Gelar Pameran Tunggal di Masterpiece

Pelukis Wayang Sudjadijono Gelar Pameran Tunggal di Masterpiece

Salah satu lukisan wayang karya Sudjadijono yang diamerkan di Masterpiece Building Jakarta, 20-27 April 2018. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Sudjadijono atau yang biasa disapa Mas Jack, dikenal sebagai pelukis wayang. Tidak banyak pelukis di Indonesia yang menjadikan wayang sebagai obyek lukisan.

Apa yang membuat seniman yang juga Marsekal Muda Purnawirawan TNI Angkatan Udara ini tertarik melukis wayang? “Wayang itu sebuah tontonan yang menggambarkan kehidupan manusia untuk berbudi luhur. Wayang juga merupakan budaya Indonesia,” ujar Jack dalam pembukaan pameran tunggal yang bertajuk “Guyup Rukun, Ojo Golek Musuh, Golekko Sedulur”, di Jakarta, Jumat (20/4).

Pameran Tunggal ini berlangsung di Masterpiece Building, Tanah Abang IV, Jakarta, 20-27 April 2017.

Ia mengatakan, ada tiga hal yang ingin disampaikan lewat tema pameran ini. Pertama, Jack mencoba mengangkat cerita perang Baratayuda dalam lukisannya. Menurutnya, perang Baratayuda merupakan perang yang dasyat karena melenyapkan satu generasi.

Kedua, dalam lukisan wayang ini juga diceritakan bahwa kejahatan dan kekerasan angkara murka dapat dikalahkan dengan kesabaran dan bijaksana. Ketiga, memerangi angkara murka dengan kekompakan.

“Ini merupakan tontonan kehidupan manusia untuk berbudi luhur. Sehingga orang bisa berbuat baik dan perbuatan baik tersebut dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jack juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap budaya Indonesia. Menurutnya, budaya Indonesia sekarang ini agak tergerus dengan budaya barat seperti Korea. Jack yang juga pedalang ini punya keinginan agar budaya Indonesia yang adiluhur ini tidak hilang.

Sementara itu, Kolektor Seni Bambang Harliyanto menilai, lukisan-lukisan wayang karya Jack sangat detail dan sempurna. Menurutnya, wayang mengandung falsafah yang memberikan pelajaran bagi kita tentang kehidupan

“Kehidupan manusia itu ada di tokoh-tokoh wayang seperti Arjuna yang merupakan panglima, Yudistira yang berjiwa pendeta dan sebagainya,” ujar Bambang.

Presiden Direktur Masterpiece Benny Raharjo kagum dengan lukisan-lukisan wayang karya Jack. Menurutnya, coretan-coretan sang pelukis di atas kanvas menggunakan warna kontemporer, sehingga wayang tidak terkesan tradisional.

“Saya kagum dengan karyanya karena beliau menggunakan warna emas dan detail-detailnya sangat sempurna,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)