Nikmati Kopi dari Gurilaps Garut

Nikmati Kopi dari Gurilaps Garut

Penanaman Kopi pada lahan PHBM. (Foto: Nani Rohaeni)

SHNet – Siapa yang tak mengenal minuman kopi. Hampir setiap orang mengenal minuman kopi, walaupun tidak semua menyukai minuman ini.

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk kopi. Pada umumnya dua varietas kopi yang dikenal secara umum yaitu Robusta (Coffea canephora) dan Arabika (Coffea Arabica).

Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan oleh lebih dari 50 negara termasuk Indonesia. Menurut sejarah pengembangan kopi di Indonesia dilakukan oleh Belanda sejak tahun 1696 dan tahun 1699 Belanda mulai mendirikan perkebunan kopi di daerah Priangan Jawa Barat.

Kopi menjadi salah satu primadona penopang ekonomi selain teh dan menjadi andalan VOC. Saat itu kopi tumbuh dan berkembang dengan sangat baik di Jawa Barat dan Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi terbaik dengan “Java Coffee Preanger”.

Garut sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang kaya akan sumber daya alamnya, dikelilingi oleh pegunungan dan memiliki “Gurilaps” (gunung, rimba, laut, pantai dan sungai) sangat cocok untuk pengembangan kopi. Varietas kopi yang dominan di Kabupaten Garut yaitu varietas Arabika dan Robusta.

Kabupaten Garut memiliki luas wilayah 307.407 ha (Perda No. 29 Tahun 2011, tentang RTRW Kabupaten Garut 2011 – 2031), 81,39 % nya adalah kawasan hijau. Topografi yang berbukit-bukit dengan 9 bulan basah dan 3 bulan kering dan temperature suhu antara 24°C – 27°C sangat cocok untuk bidang pertanian.

Tanaman kopi merupakan tanaman tahunan yang dapat dimanfaatkan pada lahan berbukit dan memiliki perakaran yang dalam sehingga dapat membantu mengikat tanah,  penyerapan air tanah sehingga menghambat aliran air permukaan tanah.

Tanaman kopi dapat dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi.  Perkembangan tanaman kopi di Kabupaten Garut sangat pesat, tahun 2008 luas tanaman kopi pada lahan perkebunan rakyat sebanyak 1.547 ha dan tahun 2015 bertambah 147 % menjadi sebanyak 3.823 ha.

Kenaikan  luas tanaman kopi ini tak lepas dari adanya program/kegiatan pemerintah yang diberikan kepada para petani melalui kelompok tani.  Meningkatnya minat petani terhadap tanaman yang dapat menghasilkan devisa ini, mendorong petani untuk terus melakukan penanaman secara swadaya dengan pembinaan dari para petugas dilapangan baik dalam hal pemeliharan terhadap pengelolaan lahan maupun pemeliharaan tanaman dari hama dan penyakit.

Tanaman  kopi selain  ditanam di lahan perkebunan rakyat. juga ditanam pada lahan-lahan PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) yang  dilakukan  kelompok tani bekerjasama dengan pihak perhutani. Kopi varietas Arabika banyak ditanam di daerah dataran tinggi seperti Pakenjeng, Cikajang, Cisurupan, Pamulihan, Samarang dan Pasirwangi.

Petani sedang melakukan pemeliharaan tanaman kopi di lahan perkebunan rakyat. (Foto: Nani Rohaeni)

Meningkatnya peminum kopi yang beralih menjadi penikmat kopi memicu para petani untuk lebih meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.  Beberapa olahan kopi yang dihasilkan berhasil menarik minat penikmat kopi seperti, Kopi Original, Kopi Luwak, Kopi Lanang, Kopi Wine.

Potensi alam Kabupaten Garut yang memiliki keindahan baik dari panorama dan kesegaran udaranya, sangat mendukung perkembangan tanaman kopi bukan saja dalam hal produksi, tetapi juga sangat dimungkinkan untuk pengembangan Agrowisata Kopi yang menkombinasikan edukasi, home stay, dan field trip diareal perkebunan.

Nani Rohaeni sedang menikmati Kopi Lanang bersama Ir. Haeruman ,MP Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Garut

Nani Rohaeni (Analis Kebijakan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Garut)