Menteri Agama berpendapat Lain Soal Pasangan Usia Dini di Bantaeng

Menteri Agama berpendapat Lain Soal Pasangan Usia Dini di Bantaeng

WAJIB - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kalau Penghulu KUA wajib menikahkan pasangan usia dini yang ingin menikah di Bantaeng. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Hebohnya sepasang insan yang menikah muda dalam usia pria 15 tahun dan pasangannya 14 tahun, di Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengundang perhatian Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.

Pendapat Menag justru sebaliknya dari apa yang diinginkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta agar pernikahan dini pasangan yang masih duduk di bangku SMP itu dihentikan. Menurut Menag, dalam UU Perkawinan, pernikahan di bawah umum itu memang benar tak dibolehkan. Tapi, jika ada dispensasi berdasarkan putusan Pengadilan Agama, tentu saja tak ada alasan bagi penghulu untuk menolaknya.

Hal ini pun diungkapkan Menag dalam akun Twitternya pada Minggu (15/4) malam. “Penghulu KUA wajib menikahkannya. PA di bawah MA, bukan Kemenag,” begitu tulis Menag di akun Twitternya.

Pasangan usia dini ini memang punya alasan tersendiri untuk menikah muda. Kebanyakan orang berpikir kalau keduanya dijodohkan atau lantaran pasangan wanita sudah hamil lebih dulu. Ternyata tak begitu.

Lebih unik lagi, pasangan wanita mengaku ingin segera menikah lantaran takut tidur sendirian. Salah satu tante mereka membuka rahasia kalau ibu dari pasangan wanita itu sudah meninggal dunia sejak tahun lalu dan ayahnya lebih sering dinas keluar kota sehingga ia lebih sering tinggal sendirian di rumah.

Pasangan wanita kelas 2 SMP yang menurut tantenya cukup berprestasi di sekolah ini nyaris setiap hari mengeluhkan sering takut tidur sendirian dan berharap segera dinikahkan dengan kekasihnya yang juga duduk di bangku SMP kelas 3.

Mereka lantas mendaftarkan perkawinan mereka ke KUA Kecamatan Bantaeng dan ikut bimbingan perkawinan pada 12 April lalu. Sayangnya, pihak KUA menolak permohonan mereka karena usia keduanya belum memenuhi syarat.

Lantaran ditolak, pasangan muda ini tak putus asa. Mereka kemudian mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng dan permohonan mereka pun langsung dikabulkan.  (Nonnie Rering)