Mensos Janji Kembangkan BBRVBD Cibinong Jadi Pusat Rehabilitas Nasional

Mensos Janji Kembangkan BBRVBD Cibinong Jadi Pusat Rehabilitas Nasional

Menteri Sosial Idrus Marham kagum melihat prestasi anak-anak difabel, di BBRVBD Cibinong, Jumat (13/4). (Dok. Kementerian Sosial)

SHNet, Cibinong – Menteri Sosial Idrus Marham kagum dengan prestasi yang diraih oleh penyandang disabilitas binaan Balai Besar Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong.

Meskipun secara fisik mereka terbatas, namun kemampuan vokasional mereka luar biasa. Ini bisa dibuktikan dengan tingginya kebutuhan dunia kerja terhadap mereka.

“Kebanyakan mereka masuk ke perbankan. Ke depan, kami bertekat menjadikan balai besar ini sebagai pusat rehabilitas nasional anak-anak penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia, dengan berbagai macam keterampilan,” kata Mensos, di BBRVBD, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/4).

Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia kerja ke depan terkait kualitas tenaga kerja dan bidang kerja yang harus dikuasai. Mensos meminta, rencana pengembangan balai itu didahului dengan pengajuan proposal grand design pengembangan BBRVBD dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto.

“Kebetulan pula, prioritas program Presiden Joko Widodo ke depan adalah pada investasi sumber daya manusia. Kami juga akan mengajak beberapa perusahaan besar sebagai panggilan kemanusiaan, untuk mendukung anak-anak ini yang meskipun terbatas tetapi kreatif dan siap bekerja,” katanya.

Dalam sambutannya, Mensos menyatakan, sangat mengagumi kemampuan dan prestasi yang sudah ditorehkan para penerima manfaat di BBRVBD. Sebab dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, mampu menunjukkan prestasinya.

Mensos mengaku, kedatangannya ke Balai ini tadinya adalah untuk memberikan motivasi kepada para penerima manfaat. Namun setelah berinteraksi langsung dengan mereka, Mensos malah merasa dirinya yang termotivasi dan terinsipirasi.

Maka ke depan, ia ingin Balai ini makin berkembang. “Saya ingin tidak hanya 85 orang yang dibina di sini. Saya tidak ingin hanya satu atau dua jenis vokasi yang dikembangkan di sini. Saya ingin Balai ini menjadi pusat rehabilitasi vokasional nasional untuk semua penyandang disabilitas,” katanya.

Bila langkah ini direalisasikan, maka tentu akan ada konsekuensi-konsekunsi. Pasti akan ada perubahan cara pengelolaan yang lebih rumit, kebutuhan akan kualitas instruktur akan meningkat, butuh perlengkapan yang paripurna, dan jaringan sosial setelah mereka lulus dari balai.

Mensos meminta Dirjen Rehsos dan Kepala BBRVBD AM. Asnandar mempersiapkan proposal pengembangan dengan baik. Dengan itu, menjadi langkah awal menawarkan gagasan kepada pihak eksternal, apakah kementerian dan lembaga, atau dengan swasta.

BBRVBD memberikan keterampilan lanjut untuk penyandang disabilitas berupa pengoperasian komputer, penjahitan, desain grafis, dan pekerjaan logam.

Total penerima manfaat yang dibina berjumlah 72 orang penyandang disabilitas fisik dan 13 orang penyandang disabilitas rungu wicara. (Stevani Elisabeth)