KONI Pusat, Aktor Intelektual dibalik Kisruh Kepengurusan PP PTMSI

KONI Pusat, Aktor Intelektual dibalik Kisruh Kepengurusan PP PTMSI

DUALISME - Ketua Umum PP PTMSI, Oegroseno menjelaskan, sebenarnya dualisme kepengurusan PTMSI sudah berakhir dan selesai dengan  terbitnya Putusan Kasasi PTUN nomor:  274/K/ TUN/2015 tanggal 10 Agustus 2015. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Kisruh kepengurusan PP PTMSI (Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) masih berlanjut.  Oegroseno sebagai Ketua Umum PP PTMSI yang sah pun mengatakan kalau kisruh itu semua terjadi karena ada actor intelektualnya yaitu KONI Pusat.

Oegroseno menjelaskan, sebenarnya dualisme kepengurusan PTMSI sudah berakhir dan selesai dengan  terbitnya Putusan Kasasi PTUN nomor:  274/K/ TUN/2015 tanggal 10 Agustus 2015. Putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht  dan terlebih atas mundurnya Marzuki Ali dan Lukman Edi.

Jadi sebenarnya, dualisme kepemimpinan PTMSI tidak pernah ada sejak Munaslub PP PTMSI Oktober 2013 jelas Oegro lagi.

“Tapi, justru pencipta dualisme  kepengurusan PTMSI sejak 2013 dan juga  saat ini diciptakan kembali oleh aktor intelektualnya yaitu Ketua Umum KONI Pusat sendiri dan di tahun 2018 ini di-backup  penuh oleh Tahir seorang pengusaha besar Mayapada,” sebut Oegro tanpa tedeng aling-aling.

Ia berharap di tahun politik 2018/2019 ini  semua pihak mesti tahan diri dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan jangan membuat kegaduhan – kegaduhan seperti ini.   (Nonnie Rering)