Jaksa Tolak Semua Pembelaan Setnov dan Kuasa Hukumnya

Jaksa Tolak Semua Pembelaan Setnov dan Kuasa Hukumnya

SIDANG - Setya Novanto saat menghadiri sidang lanjutan kasus korupsi KTP Elektronik (KTP-El) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4). (Ist)

SHNet, JAKARTA – Sidang lanjutan pada kasus korupsi KTP Elektronik (KTP-El) Setya Novanto (Setnov) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4) diwarnai tanggapan terhadap nota pembelaan atau pledoi yang dibuat Setnov oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami akan memberikan tanggapan secara lisan terhadap pledoi terdakwa dan kuasa hukumnya. Intinya, ‎kami tetap menolak pembelaan terdakwa dan penasihat hukum. Kami tetap pada tuntutan,” ujar Jaksa KPK, Abdul Basir.

Basir ‎pun melanjutkan soal point terdakwa dikonfrontir dengan Irvanto, yang mana menurut Basir itu belum jadi fakta hukum di persidangan karena pengakuan Irvanto belum diuji dan dinilai masih berseberangan dengan keterangan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Mengenai adanya transaksi antara Irvanto dengan Iwan Barala, pengakuan Andi Narogong sama sekali tak tahu.‎ Soal adanya intervensi dari terdakwa mulai dari pengadaan, menurut kami itu sudah didukung dengan bukti yang cukup seperti rekaman pembicaraan Johanes Marliem, Andi Narogong hingga soal chips,” katanya.

‎Termasuk soal bukti yang diterima KPK dari FBI soal keterangan Johanes Marliem, menurut jaksa bukti itu resmi didapatkan dari Biro Invertigasi di sana atas perintah pengadilan distrik California.

Hakim pun melanjutkan dengan memberikan kesempatan bagi terdakwa Setnov dan Kuasa hukumnya memberikan tanggapan.  Mereka pun secara bersamaan menyatakan tetap pada pembelaanya.

Pada akhir sidang, hakim memutuskan sidang lanjutan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setnov akan dilanjutkan kembali pada Selasa (24/4) mendatang.

“Putusan kami agendakan Selasa 24 April 2018, karena kami harus pertimbangkan tuntutan jaksa dan pledoi terdakwa,” kata hakim sambil menutup sidang.   (Nonnie Rering)