Hatta Punya Konsep Hidupkan Kembali “Onderneming” Indonesia

Hatta Punya Konsep Hidupkan Kembali “Onderneming” Indonesia

Buruh Kebun Maluku Terima Gaji Hanya Rp. 500

Jakarta, 19 April 1973 – Dr. Moh. Hatta mengatakan Kamis siang bahwa ia mempunyai konsep untuk menghidupkan kembali perkebunan di Indonesia.

Tapi ia menolak untuk memberikan keterangan terperinci mengenai konsepnya itu.
Hal ini dikemukakan oleh mantan Wakil Presiden itu kepada pers selesai bertemu Presiden Soeharto di Cendana menyampaikan hasil perlawatannya ke Maluku baru-baru ini.

Kenapa kita tidak ?
Bung Hatta mengatakan bahwa masalah kekurangan management dan organisasi menyebabkan Indonesia tidak mampu menghidupkan perkebunan di Maluku khususnya dan di tempat lain umumnya kembali seperti jaman Belanda dulu, “kalau Belanda bisa menghidupkannya kenapa kita tidak”, kata Hatta.

Rp. 500 sebulan
Hatta selanjutnya katakan tidak hanya tumbuhan untuk onderneming itu yang terlantar tapi juga buruhnya. Bagaimana mungkin seorang buruh dapat hidup dengan gaji Rp. 500/bulan, katanya.

Atas pertanyaan apa yang paling penting untuk Maluku, Hatta menjawab singkat “pelayaran”. Katanya, orang Maluku merasa terisolir akibat kurangnya sarana hubungan antar pulau.

Dulu ada kapal singgah di Digul
Dulu di jaman Belanda hampir tiap bulan ada kapal singgah di Digul, kata Hatta mengingat kembali jamannya.
Menjawab pertanyaan bagaimana perasaan kemerdekaan yang dicatat Bung Hatta disana, “merasa merdeka ada, jadi kita harus menghidupkannya kembali”.

Lebih lanjut dikatakan, perbaikan onderneming sesuai dengan konsep yang akan diajukannya, tidak akan dapat secepatnya tapi dengan lambat laun.

Bung Hatta telah mengunjungi Bandaneira selama 5 hari, Ambon 2 haru, ditambah 3 hari ketika hendak kembali.

Serahkan sumbangan Presiden
Di Banda mantan Wakil Presiden ini telah menyerahkan sumbangan Presiden RI berupa 3 coli obat-obatan untuk Pusat Kesehatan Masyarakat setempat.

Ia berada di Banda untuk mengunjungi kembali bekas tempat pengasingannya di jaman Belanda dulu. Ia juga dengan rombongan mengunjungi Banda dengan kapal perang RI Pulau Rorbas.

Pertemuan mantan Wakil Presiden RI, salah seorang prolamator dan warga utama Ibukota dengan Presiden Soeharto berlangasung kurang lebih 1 jam. (SH)