Gerindra Beri Alasan Prabowo diusung Kader dengan Telanjang Dada

Gerindra Beri Alasan Prabowo diusung Kader dengan Telanjang Dada

DIARAK - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ketika diarak dengan telanjang dada oleh para pendukungnya di kediamannya, kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam. (Repro)

SHNet, JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  telah mengumumkan pencalonan dirinya dan siap maju bertarung untuk kursi Presiden pada Pilpres 2019 mendatang setelah mendapat dukungan penuh dari partainya.

Hal itu pun disambut para kadernya dengan euphoria yang luar biasa bahkan dengan mengarak Prabowo sambil bertelanjang dada. Video Prabowo bertelanjang dada ini bahkan menjadi viral ke media sosial.

Tampak dalam video itu, Prabowo diusung oleh sejumlah pria kekar yang juga bertelanjang dada dengan topi baret Merah, di rumahnya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam. Tak jelas apakah para pria yang menggendong Prabowo ini adalah anggota Kopasus lantaran semuanya pun bertelanjang dada, hanya dengan memakai topi baret merah.

Banyaknya komentar miring soal video Prabowo yang diarak bertelanjang dada sambil tertawa dan mengangkat kedua tangannya itu membuat pihak Gerindra langsung memberikan klarifikasi.

Nizar Zahro, Ketua DPP Partai Gerindra kepada media, Kamis (12/4) mengatakan kalau itu adalah bentuk kegembiraan yang diungkapkan para kader Gerindra. Menurut Nizar, Mereka ingin menyambut kebahagiaan Prabowo kembali dicalonkan dengan cara mereka sendiri.

“Itu kan acara internal kami. Setelah selesai acara, ada banyak laskar-laskar dan pasukan kaderisasi Partai Gerindra yang begitu antusias sehingga mengarak Ketua dengan cara seperti itu. Itu juga cara beliau memberikan semangat kepada pasukan, kepada anak buah Beliau,” jelas Nizar lagi.

Bagi Nizar, itu adalah cara yang biasa dan nyaris serupa dengan cara Presiden RI, Joko Widodo. “Sebenarnya caranya sama saja dengan cara Pak Jokowi seperti membagikan kaos  kepada pendukungnya. Tapi, bedanya adalah cara-caranya saja. Beda cara bagaimana anak buah menghormati pemimpinnya Pak Prabowo dengan mengusung Beliau dan bagaimana pemimpin juga membahagiakan anak buah dengan memberikan kesempatan kepada mereka,” kata Nizar.

Menurutnya arak-arakan hingga Prabowo akhirnya digendong bertelanjang dada itu adalah inisiatif dari para kader muda Gerindra yang begitu bersemangat dan menghormati pemimpin partainya karena telah mengikuti keinginan mereka untuk dicalonkan kembali.  (Nonnie Rering)