Empat Calon Gubernur NTT Tidak Keberatan Debat di Jakarta

Empat Calon Gubernur NTT Tidak Keberatan Debat di Jakarta

SHNet, KUPANG-Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penghubungnya masing-masing tidak keberatan debat terbuka putaran kedua dan ketiga digelar di Jakarta.

Debat akan disiarkan langsung di Studio iNews TV di Jakarta
pada 8 Mei dan 23 Juni 2018. Debat kedua dengan tema penataan birokrasi dan pemberantasan korupsi. Sementara debat ketiga dengan tema pendidikan dan kesehatan. Sebelumnya debat publik putaran pertama yang digelar 5 April 2018 di Jakarta dengan tema pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

“Benar, debat tetap di Jakarta.
Empat penghubung paslon hadir dalam rapat evaluasi debat pertama di Aula KPU NTT, Jumat 13 April dan tidak ada keberatan,” kata Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli kepada SHNet di Kupang, Minggu (15/4/2018).

Dalam evaluasi debat terbuka putaran pertama, tim penghubung masing-masing paslon tidak mempersoalkan tempatnya. Tempat debat tidak ingin diutak-atik lagi karena sudah sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ada.

“Tim penghubung empat pasangan calon sepakat debat putaran kedua dan ketiga tetap dilakukan di Jakarta, sehingga sebagai penyelenggara pemilu, KPU tetap menggelar debat di Jakarta,” jelas Yosafat.

Sebelumnya, pengamat politik Universitas Muhamadyah Kupang, Ahmad Atang menilai
debat terbuka pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, temanya telah dibatasi hanya seputar membahas masalah ekonomi dan infrastruktur, penataan birokrasi dan pemberantasan korupsi serta pendidikan dan kesehatan.

Debat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur sebagai salah satu media bagi masyarakat untuk menyeleksi visi, misi dan agenda pembangunan yang akan dilaksanakan jika paslon tersebut terpilih.

Karena itu, tema-tema tersebut yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan diharapkan para pasangan calon dapat mengelaborasikannya dalam rangka meyakinkan publik.

Meski begitu, masih banyak problem publik yang belum terkomunikasikan melalui debat terbuka putaran pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang digelar di Jakarta 5 April lalu.

“Masih banyak promblem publik yang belum terkomunikasikan melalui debat tersebut,” kata Ahmad.

Ia menegaskan, dalam aras lokal, NTT mempunyai persoalan krusial seperti human trafficking, HIV/AIDS, narkoba, penegakan hukum, masalah perbatasan dan masih banyak lagi yang juga butuh komitmen paslon.(da)