Ekspor Minyak Bumi Ke Jepang Tidak Dikurangi

Ekspor Minyak Bumi Ke Jepang Tidak Dikurangi

Jakarta, 2 April 1974 – Dua wartawan “Asahi Shimbun” masing-masing Eiji Tominomo dan Shinsuke Samijama hari Sabtu telah diterima Direktur Hubungan Perdagangan Luar Negeri Departemen perdagangan, Dr. Sumardi Reksoputranto.

Dalam pertemuan tersebut kedua wartawan asing itu telah menanyakan berbagai soal tentang hubungan dagang Indonesia dengan Jepang terutama dengan adanya krisis energi di dunia akhir-akhir ini.

Minyak bumi
Sehubungan dengan adanya kesanggupan Indonesia untuk memberi bantuan minyak bumi kepada negara ASEAN, maka kedua wartawan Jepang tersebut mengajukan pertanyaan apakah langkah Indonesia tidak akan mengurangi kemampuannya untuk mengekspor bahan bakar ke Jepang.

Atas pertanyaan ini Dr. Sumardi yang dalam pertemuan ini didampingi stafnya Drs. Hamonangan Siregar, menjawab bahwa Indonesia menjual bahan bakar kepada beberapa negara antara lain juga kepada Jepang, berdasarkan suatu persetujuan production sharing (bagi hasil).

Berdasarkan kenyataan ini, maka ekspor bahan bakar Indonesia ke negara tersebut tidak bisa menyimpang dari persetujuan yang telah ditandatangani, sehingga tidak mungkin bagi Indonesia untuk mengurangi ekspor minyak buminya ke Jepang.

Ditanya tentang akibat krisis energi dunia terhadap perekonomian di Indonesia dan apakah ada hambatan di dalam hubungan Indonesia Jepang, Sumardi menjawab bahwa sebelum adanya krisis energi perekonomian Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh krisis moneter internasional.

Krisis moneter internasional tersebut sangat terasa dibidang perdagangan luar negeri. Dengan adanya krisis energi akhir-akhir ini hambatan yang dialami dibidang perdagangan luar negeri Indonesia makin bertambah. (SH)