Masalah Publik Belum Terkomunikasikan Dalam Debat Calon Gubernur NTT

Masalah Publik Belum Terkomunikasikan Dalam Debat Calon Gubernur NTT

SHNet, KUPANG-Pengamat Politik Universitas Muhamadyah Kupang DR. Ahmad Atang mengatakan debat terbuka pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), temanya telah dibatasi hanya seputar membahas masalah ekonomi dan infrastruktur, penataan birokrasi dan pemberantasan korupsi serta pendidikan dan kesehatan.

Debat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur misalnya, sebagai salah satu media bagi masyarakat untuk menyeleksi visi, misi dan agenda pembangunan yang akan dilaksanakan jika paslon tersebut terpilih.

Karena itu, tema-tema tersebut yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan diharapkan para pasangan calon dapat mengelaborasikannya dalam rangka meyakinkan publik.

Meski begitu, masih banyak problem publik yang belum terkomunikasikan melalui debat terbuka calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang digelar di Jakarta, Kamis (5/4/2018.)

“Masih banyak promblem publik yang belum terkomunikasikan melalui debat tersebut,” kata Ahmad saat dikonfirmasi SHNet di Kupang, Rabu (11/4/2018).

Dalam aras lokal, NTT mempunyai persoalan krusial seperti human trafficking, HIV/AIDS, narkoba, penegakan hukum, masalah perbatasan dan masih banyak lagi yang juga butuh komitmen paslon.

Jika aspek ini tidak menjadi bagian dari tema debat empat pasangan calon Gubernur NTT, maka diharapkan telah diakomodir oleh paslon melalui program dan agenda pembangunan.

Menurut Ahmad, kecenderungan publik selalu menagi janji para pasangan calon liwat ucapan mereka melalui dialog publik dan belum merekam melalui dokumen tertulis pasangan calon sehingga kekhawatiran masyarakat jangan sampai masalah-masalah tersebut luput dari perhatian paslon.

“Karana itu, kita berharap pada debat berikutnya walaupun masalah di atas tidak menjadi tema debat namun bisa diselipkan sebagai bagian dari adanya komitmen pasangan calon,” kata Ahmad.(Dis Amalo)