Dialog Wartawan “SH” Dengan Tokoh PKI Ny. Sundari

Dialog Wartawan “SH” Dengan Tokoh PKI Ny. Sundari

Sinar Harapan, 18 April 1969 – Pembinaan malam di daerah Lampung tidak dapat dilepaskan dengan kegiatan anggota tokoh CDB dan calon CC-PKI Ny. Sindari Abdulrachman yang pernah menjadi anggota DPRGR dan MPRS wakil dari PKI.

Sundari datang ke Lampung pada tanggal 4 Oktober 1965 atas perintah DN. Aidit untuk membina PKI di daerah tersebut dan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai cadangan daerah operasi apabila G30S mengalami kegagalan.

Selama 3 tahun lebih Sundari berkeliaran di daerah Lampung mengkoordinir kegiatan sisa-sisa PKI dalam pembentukan Comite Daerah Besar (CDB) bayangan daerah Lampung. Setelah dibubarkan PKI pada 11 Maret 1966, Sundari adakan gerakan bawah tanah dengan PKI malamnya.

Pada tanggal 3 November 1968 Operasi Pamungkas Korem Garuda Hitam dibawah pimpinan Komandan Korem Kol. Lumenta telah berhasil menangkap ketua CDB Lampung Sundari didaerah desa Wonosari, Natar-Lampung Tengah.

Wartawan SH telah mendapatkan kesempatan untuk mengadakan pembicaraan singkat dengan tokoh CDB tersebut baru-baru ini.

SH : Selamat pagi bu, saya dari Sinar Harapan. Apabila tidak keberatan saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibu.
Sundari : Bukan saya yang keberatan. Sambil menunjuk kepada penjaga keamananya.
SH : Saya sudah mendapatkan ijin dari Komandan Korem. Bu, saya bukan seorang pemerikasa jadi ibu tidak perlu menjawab pertanyaan saya apabila dianggap perlu.
Sundari : Tersenyum.
SH : Bagaimana perlakuan terhadap ibu di sini. Tidak ada keluhan-keluhan.
Sundari : Tidak.
SH : Ibu punya berapa anak, laki-laki atau perempuan. Umur berapa.
Sundari : Saya hanya punya satu anak perempuan dan sekarang sudah umur 21 tahun.
SH : Dorongan apa yang menyebabkan ibu sebagai seorang ibu untuk turun ke gelanggang politik.
Sundari : Saya menjadi tertarik ke gelanggang politik karena didorong oleh pertimbangan kemanusiaan.
SH : Dan kenapa sampai pilihan ibu jatuh ke PKI.
Sundari : Karena menurut saya pengalaman di luar negeri yang telah saya lihat sendiri partai komunis-lah yang telah berhasil memperbaiki nasib manusia. (catatan : Ny. Sundari mulai aktif dalam PKI sejak 1950, dan sebelumnya aktif dibidang ormas wanita PKI yang kemudian dinamakan Gerwani. Tahun 1965 Sundari sudah dicalonkan untuk duduk dalam CC-PKI).
SH : Bu, saya sudah mendengar rekaman pembicaraan terakhir antara ibu dengan Ovt. Tambu (pemeriksa dari Kodam Sriwijaya). Saya sangat tertarik sekali oleh kata-kata ibu bahwa kedatangan ibu ke daerah lampung adalah didorong oleh rasa tanggung jawab untuk membebaskan rakyat dari penderitaan.

Memang benar pada waktu itu pemerintah belum punya Rencana Pembangunan Lima Tahun, tapi sejak tahun 1966 pemerintah sudah mengalihkan usahanya untuk pembangunan atau boleh juga dikatakan berusaha untuk membebaskan rakyat dari kemelaratan.

Dalam hal ini menurut pendapat ibu patutlah pemerintah yang sekarang diberi kesempatan dalam usahanya.

Sundari : Tentu saja harus. Saya mendo’akan agar pemerintah yang sekarang dapat berhasil membebaskan rakyat dari segala penghinaan dan kemelaratan.
SH : Dalam pembicaraan ibu dengan Ovt. Tambu, ibu berkata bahwa secara politis CC-PKI setuju dengan perbuatan Untung dengan Gerakan 30 September-nya “dalam usahanya mengcegah DD menggulingkan pemerintah pada waktu itu”. Tapi kenyataannya Untung malah men-domisioner-kan Kabinet dan membentuk Dewan Revolusi, apakah perbuatannya tidak melampaui batas wewenangnya ?.
Sundari : Tidak bersedia menjawab.
SH : Tidak bertentangan dengan hukum ?.
Sundari : Tidak bersedia menjawab.
SH : Ibu berkata bahwa terlibatnya PKI dalam G30S adalah suatu kesalahan, akan tetapi tidak menyetujui apabila PKI dibubarkan, sebaiknya menurut ibu bagaimana.
Sundari : Seharusnya dalam negara demokrasi, suatu partai apabila hendak ditindas harus diajak ngomong dulu. Kami tidak pernah diajak ngomong dulu.
SH : Tapi perlakuannya tidak berbeda pula terhadap PSI, Masyumi dll ?.
Sundari : Mereka kami ajak ngomong dulu.
SH : Ibu akan minta siapa untuk jadi pembela.
Sundari : Saya belum tahu. Maaf kalau jawaban saya tidak begitu memuaskan.