Bulog NTT Terus Menjaga Ketersediaan Pasokan  Beras Di Pasar

Bulog NTT Terus Menjaga Ketersediaan Pasokan  Beras Di Pasar

SHNet, KUPANG-Badan Urusan Logisitik Devisi Regional (Bulog Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjaga ketersediaan pasokan beras di pasar dan menurunkan harga beras yang dijual pedagang dengan harga yang masih tinggi.

Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre NTT, Dominggus Foes mengatakan beras premium di tangan pedagang dijual hingga Rp13.000 per kg. Harga jual sebesar itu sangat mahal jika dibandingan beras yang dijual Bulog hanya Rp9.800 per kg.

“Bulog Divre NTT kembali melakukan operasi pasar (OP), Senin 16 April. Sebelumnya Bulog melakukan OP pertama yang sudah berakhir 31 Maret 2018,” kata Dominggus, Senin (16/4/2018).

Hari pertama operasi pasar, Bulog Divre NTT menggelontorkan 43 ton beras medium ke 84 pengecer beras di tiga pasar tradisional dan rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di Kota Kupang

Bulog menggelontorkan dua jenis beras medium yakni beras curah seharga Rp9.500 per kilogram (kg) dan beras merek Beraskita seharga Rp9.800 per kg.

Ia menyampaikan harga beras yang dijual pedagang Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten 1 Kupang berkisar antara Rp11.000-13.000 per kg dan beras medium Rp9.500 per kg.

“Operasi pasar medium tujuannya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga di pasar dilakukan di seluruh Indonesia. Beras yang dipasok ke pasar tersebut berasal dari pengadaan luar negeri sebanyak 10.000 ton dan tiba di Kupang sejak Februari 2018,” ujar Dominggus.(DA)