Blusukan Sosialisasi Kelor, Untuk Apa?

Blusukan Sosialisasi Kelor, Untuk Apa?

ist

SHNet, BANDUNG – Daun Kelor (Moringa Oleifera) adalah salahsatu jenis tanaman yang direkomendasikan Organisasi Pangan Dunia (Food Agriculture Organization/FAO) sebagai bahan pangan yang baik untuk semua orang. Bukan hanya itu, akar hidup dari pohon Kelor juga mampu memulihkan tanah yang telah terkontaminasi kimia, bahkan bijinya juga bisa digunakan untuk pembersih air.

Atas dasar alasan ini, Yayasan Odesa Indonesia yang aktif bergiat di Kawasan Bandung Utara (Kabupaten Bandung) menjadikan kelor sebagai tanaman pekarangan dan tanaman kebun. Relawan Odesa Indonesia, Didin Sudeni yang dalam satu tahun belakangan ini memimpin aksi sosialisasi ke masyarakat perdesaan di Kecamatan Cimenyan mengatakan masyarakat butuh edukasi tentang manfaat Kelor.

“Kami di Yayasan Odesa-Indonesia mengkaji serius manfaat tanaman herbal ini. Salahsatunya Kelor kami sosialisasikan dari pintu ke pintu. Kami blusukan satu persatu ke pada keluarga petani kecil di desa-desa Cimenyan. Model ini memang terasa lama, tetapi memiliki kelebihan secara efektif karena mereka menerima penjelasan secara tuntas dengan cara dialogis. Lain kalau misalnya mengundang orang untuk pertemuan,” katanya, Jumat (13/4) di tengah kegiatannya menemui keluarga petani di kampung Singkur, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Menurut Didin, tanaman Kelor harus disosialisasikan secara kreatif karena mayoritas petani dan orang Indonesia jarang yang mengetahui manfaat kandungan Kelor. Kalaupun ada masyarakat yang sudah sering mengonsumsi, biasanya juga tidak mengetahui manfaat-manfaatnya secara ilmiah. “Kita sama-sama belajar. Di Odesa-Indonesia kami juga belajar bersama. Ada yang bertugas meneliti kandungan gizinya, ada yang bertugas mempublikasikan kegiatan, ada yang aktif sosialisasi di masyarakat. Dari situ kita mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru tentang kelor yang kaya manfaat,” terangnya.

Menurut Didin, Yayasan Odesa Indonesia selama ini memiliki beberapa jenis kegiatan terkait dengan Kelor. Pembibitan dilakukan oleh Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci). Untuk tujuan penghijauan Yayasan Odesa-Indonesia membagikan kepada siswa-siswa yang belajar kursus. Sebagian lagi dibagikan kepada keluarga buruh tani agar menanam di pekarangan. Sebagian lagi ditanam di kebun sebagai penghasil bahan pangan. Ada juga kegiatan produksi pasca panen dengan membuat teh, pudding dan jenis makanan lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Selain itu juga ada program penjualan bibit untuk melayani warga di luar Cimenyan yang membutuhkan Kelor.

“Sebagian murni untuk kegiatan social sehiangga kita harus berbagi bibit secara gratis, terutama kepada para petani miskin. Sementara untuk teman-teman yang mampu di perkotaan kami mendesain penjualan agar biaya produksi pembibitan dan kegiatan mendapatkan sokongan dan lebih lancar,” jelas Didin.

Didin menceritakan, mengajak masyarakat menanam Kelor tidak mudah. Tetapi akar masalah mendasarnya sudah diketahui, yaitu soal pengetahuan dan pengalaman. Kalau sudah memegang pengetahuan dan pengalaman mengonsumsi kelor, orang tidak lagi perlu disuruh, mereka akan langsung mengembangkan lebih lanjut.

“Kelor itu manfaatnya bisa langsung dirasakan, apalagi bagi mereka yang punya penyakit seperti lemah fisik, jantung, asma, diabetes, stroke,darah tinggi, kanker payudara. Bahkan ibu-ibu menyusui merasakan nikmatnya menyusui karena air susunya lancar mengalir,” paparnya. (KJ)