Banyak Hambatan Proses Izin Investasi di NTT

Banyak Hambatan Proses Izin Investasi di NTT

SHNet, KUPANG-Komisaris Utama BPR Christa Jaya Kupang, Christofel Liyanto mengatakan proses perizinan untuk mendukung iklim investasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kemajuan dalam perkembangan lima sampai 10 tahun terakhir. Namun, dalam proses pengurusan perijinan masih terdapat banyak hambatan pada level menengah dan bawah.

Pada level pimpinan yakni gubernur dan walikota memberikan berbagai kemudahan proses perijinan dalam menciptakan iklim investasi di NTT. Tetapi dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai hambatan pada level menengah sampai bawah.

“Proses perijinanan usaha dalam kegiatan investasi seperti yang telah diberikan kemudahan para pimpinan daerah, menjadi dukungan positif guna menciptakan iklim uasaha yang sehat. Masalahnya, proses perijinan tidak berjalan lancar dan terkendala pada level menengah dan level bawah,” kata Christofel dalam diskusi bertajuk Koordinasi Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di Kupang, Kamis (12/4/2018).

Menurut dia, pengurusan perijinan pada level atas berjalan baik. Namun, pada level menengah dan bawah terhambat. Bahkan pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bisa selesai dalam waktu enam bulan dengan 1001 macam alasan dan masalah.

Kondisi perijinan yang masih terkendala pada level menengah dan bawah itu, sangat membuat kurang bergairahnya pengusaha untuk berinvestasi di NTT.
“Kemudian lemahnya invesasi di NTT terkendala soal status kepemilikan tanah,” ujarnya.

Christofel mencontohkan sertifikat tanah sebagai dasar hukum kepemilikan tanah yang telah dimiliki, bisa saja dikemudian hari digugat pihak lain. Kondisi seperti ini sangat membuat para pengusaha tidak nyaman dalam berinvestasi. Dan mengakibatkan sertifikat tanah yang diperoleh dari hasil jual beli tanah secara sah, menjadi tidak berkekuatan hukum.

Sementara itu, Sekretaris Daerah NTT Benediktus Polo Maing menghimbau semua pihak untuk mendukung kegiatan survei penyusunan Disagregasi PMTB. Diharapkan dapat memberikan jawaban yang tepat . BPS NTT mulai melakukan survei PMTB sejak 1 April hingga 30 April 2018.

“Pertumbuhan ekomomi NTT selama 10 tahun terakhir menunjukan trend positif dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen dan posisi pertumbuhan ekonomi tahun 2017, sebesar 5,16 persen,” katanya.(Dis Amalo)