Aidit Janjikan “Camat” Untuk Algojo Lubang Buaya

Aidit Janjikan “Camat” Untuk Algojo Lubang Buaya

Medan, 6 April 1967 – Dalam pemeriksaan yang dilakukan atas dirinya, Sampir algojo Lubang Buaya yang berhasil dibekuk oleh anggota Pomdam II/BB beberapa hari yang lalu mengakui, bahwa ia datang ke daerah ini tidak sendirian, akan tetapi bersama 3 orang lagi, yang kini masih terus diburu.

Dalam pemeriksaan yang sama, Sampir mengakui pula bahwa ia adalah salah seorang pengawal gembong PKI DN. Aidit. Karena indoktrinasi yang diberikan langsung oleh Aidit ditambah dengan janji, bahwa ia akan diangkat menjadi Camat di Dairi (Sidikalang), apabila petualangan PKI berhasil, Sampir mengatakan melaksanakan setiap perintah Aidit dengan sungguh-sungguh dan fanatik.

Sampir juga menceritakan dengan terus-terang praktek terkutuk dan perbuatan mesum yang dilakukan oleh orang PKI selama latihan di Lubang Buaya, dimana anggota Gerwani menyediakan diri mereka sebagai santapan. Ia juga mengakui perbuatan yang tidak senonoh dilakukan oleh anggota Gerwani terhadap almarhum Pahlawan Revolusi Tendean, pada saat ia dianiaya di Lubang Buaya.

Diakui pula, bahwa ia menerima tugas untuk menghabisi jiwa Jenderal Nasution dan almarhum Jenderal A. Yani. Dari pemeriksaan itu dapat diketahui pula, bahwa Sampir dapat meloloskan diri untuk kembali ke daerahnya di Dairi dan berhasil pula memasuki Komando Aksi setempat dengan mengakui dirinya anggota Perti.

Dalam hubungan ini Perwira Pomdam II itu menyerukan kepada parpol dan ormas, untuk betul-betul meneliti anggotanya karena seperti disinyalir oleh Pangdam V Jaya, masih banyak oknum Gestapu PKI belum dibekuk dan bukan tidak mungkin melakukan perembesan ke daerah Sumatera Utara.

Mengenai pembersihan gembong PKI di daerah ini dikatakannya, bahwa 75% telah dapat dilakukan. Sehubungan dengan itu, Pomdam II dalam operasinya beberapa waktu yang lalu telah berhasil pula menciduk pembunuh Peltu Sudjono di Bandar Betsy, bernama asli. (Ant)