34 Bunga dalam Kemasan Koran Bercerita tentang Indonesia

34 Bunga dalam Kemasan Koran Bercerita tentang Indonesia

Pelukis asal Korea Jang Cheol Seok (tengah) mengkritisi busada yang sosial Indonesia lewat 34 lukisannya yang bertema "Mythology of Flower &Newspapers". (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Melihat bunga yang terbungkus dengan kertas koran, bagi orang awam mungkin biasa saja. Tapi hal ini justru menjadi inspirasi buat pelukis asal Korea, Jang Cheol Seok.

Apalagi perhatiannya terhadap budaya dan sosial masyarakat Indonesia. Setahun berada di Indonesia, membuat dia tertarik menuangkan pandangannya tentang Indonesia di atas kanvas. Hasilnya, 34 lukisan bertajuk “Mythology of Flower & Newspapers” dipamerkan di Marterpiece Building, Jakarta, 3-10 April 2018.

Saat memasuki ruang pameran di lantai 4, para pengunjung akan terpukau dengan karya seni dari Seok. Buket-buket bunga yang terbungkus koran dan diikat dengan kain di ujung tangkainya seperti hidup.

Sang pelukis sebenarnya ingin para penikmat lukisannya fokus pada koran yang dipakai untuk membungkus buket bunga tersebut. “Banyak orang melihat karya saya dari lukisan bunganya, kemudian baru lihat lukisan korannya. Padahal, saya sebelum melukis, membaca terlebih dahulu berita-berita yang ada di koran, kemudian memilih bunganya yang akan dibungkus dengan koran itu,” kata Seok kepada wartawan, Selasa (3/4).

Mengapa memilih melukis bunga dalam bungkus koran? Menurut pria yang sudah 20 tahun berkarya di atas kanvas ini, sejak kecil dirinya suka memetik bunga saat berjalan-jalan. Sedangkan koran merupakan human history. “Hari ini jadi koran, ke depan bisa jadi sejarah,” tuturnya.

Butuh setahun menyelesaikan 34 lukisannya. Lukisan-lukisan tersebut dikerjakan di Korea, sedangkan koran-koran yang dijadikan obyek lukisan, sebagian besar koran-koran yang beredar di Indonesia.

“ Lukisan karya Seok cukup unik karena dilihat dari skill. Dia melukis bunga yang terkesan hidup. Bunga hidup dan dibungkus koran yang berisi kritikan sosial dan budaya,” kata Presiden Direktur Marterpiece Benny Raharjo.

Konsulat Jenderal dari Kedutaan Korea di Indonesia, Rhee Myong Ho nerharap, dari pameran ini, karya-karya pelukis asal Korea bisa dikenal di Indonesia. “Pameran ini juga bisa menjadi pembuka bagi pertukaran karya seni dari seniman Korea dan Indonesia. Orang-orang Korea juga suka dengan lukisan-lukisan karya seniman Indonesia,” tuturnya. (Stevani Elisabeth)