2000 Becak dan 1000 Rombong Siap Meriahkan JFC 2018

2000 Becak dan 1000 Rombong Siap Meriahkan JFC 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat launcing Jember Fashion Festival (JFC) 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Selasa (17/4). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta– Sebanyak 2000 becak dan 1000 rombong siap meriahkan Jember Fashion Carnival (JFC) 2018 yang akan berlangsung di Jember, Jawa Timur pada 7-12 Agustus 2018.

“Sebanyak 2000 becak akan mengantar tamu-tamu yang hadir di JFC dan 1000 rombog pariwisata juga hadir untuk membangkitkan ekonomi rakyat di Jember,” ujar Bupati Jember Faida dalam launching Jember Fashion Carnival 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Selasa (17/4).

Menurutnya, bila berbicara soal Jember, maka yang teringat adalah Kota Fashion Carnival. Jember sendiri sekarang dikenal dengan 5C yakni Coffee (kopi), Cacao (kakao), Cigarette (rokok), Culture (budaya) dan Carnival (karnaval).

JFC tahun ini genap berusia 17 tahun. Setiap tahunnya, ada hal-hal yang unik dan kreatif yang ditampilkan. Pada JFC 2018 ini hampir seluruh warga Jember mulai usia 4,5 tahun hingga dewasa bakan menjadi model yang siap berjalan di atas catwalk sepanjang 3,6 Km.

Presiden Jember Fashion Carnival (JFC) Dynand Fariz menjelaskan, JFC kali ini mengusung tema ASIALIGHT (cahaya Asia). Tema tersebut dipilih karena menggambarkan proses kebangkitan negara-negara Asia di tingkat dunia.

“JFC telah menempatkan Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia yang masuk dalam tiga besar penyelenggara karnaval di dunia. Jember juga telah membuktikan sebagai kota tambang kreativitas,” kata Dynand.

Dia menambahkan, dalam even tersebut ada 10 defile mewakili benua Asia memiliki keelokan sejarah dan budaya yang dilambangkan dengan Kujang yang menjadi pusakan Nusantara, Thailand negara kerajaan Seribu Pagoda, Silla salah satu dari tiga kerajaan terbesar di Korea yang memiliki gendang tradisional bernama Seyogo berbentuk jam pasir dan Shogun pemimpin para pejuag samurai di era kekaisaran kuno Jepang.

Selain itu, ada pula Bian Lian, seni mengubah wajah dalam opera China yang luar biasa, Babilonia yang pernah menjadi negara kuno yang makmur dalam sejarah Irak, Ottoman (Turki) kekaisaran yang memiliki kekuasaan lintas benua dan menjadi pusat interaksi antara dunia barat dan timur, Saudi Arabia negara yang memiliki tanah suci dan India yang dikenal dengan negeri penari.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan JFC tahun ini istimewa karena sebagai bagian dalam mempromosikan dan menyemarakan event Asian Games 2018 yang berlangsung di Palembang pada 18 Agustus – 2 Sepetember 2018.

“JFC masuk dalam top 10 Calendar of Event nasional. Layak juga masuk menjadi 5 terbaik bahkan 3 terbaik. Saingannya adalah Pesta Kesenian Bali,” ujar Menpar.

Kemenpar sendiri telah menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval. Menurutya, dari sisi cultural value, JFC sudah tidak perlu diragukan lagi untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Namun dari segi commercial value dan financial value masih perlu ditingkatkan agar sustain. (Stevani Elisabeth)