Untuk Suku Maluku Yang Kembali Ke Indonesia Belanda Rencanakan Bantuan Ekonomi Dan...

Untuk Suku Maluku Yang Kembali Ke Indonesia Belanda Rencanakan Bantuan Ekonomi Dan Tekhnik

Selain Tiket Kapal, Repatrian Dapat Tunjangan 12 Bulan Uang Dan Perumahan

Jakarta, 19 Maret 1971 – Tidak ada Repatrian suku Maluku dari Belanda yang dipaksa kembali ke Indonesia, demikian dinyatakan oleh Verwenas Tim Lucas, pegawai setempat pada bagian koordinasi urusan Repatrian suku Maluku pada KBRI di S’Gravenhage.

Wenas Lucas dalam wawancara khusus dengan SH Kamis siang di Jakarta menyatakan bahwa apa yang biasa dinamakan suku Maluku di negeri Belanda kira-kira 30.000 jiwa itu sebenarnya termasuk suku Jawa, Timor, Manado dll. Karena sebagian terbesar berasal dari Maluku, mereka biasanya dinamakan suku Maluku.

Titik tolak dari kedua pemerintah RI dan Belanda di dalam masalah repatriasi adalah komunike bersama Oktober 1967 yang lalu. Kedua pemerintah berusaha mencari daya upaya mengatasi dan menyelesaikan masalah suku Maluku di Nederland. Dari hasil kerjasama antara kedua pemerintah telah direpatril kira-kira 1.000 jiwa.

Diantara kira-kira 30.000 orang suku Maluku di negeri Belanda, kira-kira 8.000 orang telah berstatus kewarganegaraan RI dan diantara 1.000 sampai 1.500 orang berkewarganegaran Belanda. Selebihnya dari itu mereka masih dengan status tanpa kewarganegaraan (Stateless). (SH)