Tiga Manusia Dalam Perut Ikan Hiu Teluk Kupang

Tiga Manusia Dalam Perut Ikan Hiu Teluk Kupang

Jakarta, 12 Maret 1970 – Oom B. Messakh, dengan orang-orangnya pensiunan TNI yang menjadi nelayan di Teluk Kupang beberapa waktu yang lalu menangkap seekor hiu gergaji.
Begitu pisau membelah perut hiu tersebut untuk diambil hatinya buat dibakar dan ramai-ramai dibakar sambil minum tuak di pantai, semua kaget ketika melihat seorang wanita setengah badan tanpa kaki dan seorang lelaki setengah badan tanpa kepala.

Lebih tragis lagi, dalam perut ikan tersebut terdapat seorang anak kecil.
Perut hiu tersebut segera dijahit kembali lalu dikuburkan di pantai setelah gergaji dipotong dan dibawa pulang.
Menurut ocehan nelayan-nelayan ini, gergaji tersebut dipajang sebagai salib orang Timor yang hidup tanpa alat pengangkutan yang lebih “secure”.

Menurut sumber berita, beberapa waktu sebelumnya di Timor diadakan sidang Synode GMIT (Gereja Masehi Injil Timor).
Selesai sidang belasan pendeta dari Rote menyeberang pulang ke kampung dengan sebuah perahu Lete-lete (layar segitiga).
Diduga dalam perahu tersebut terdapat beberapa “rakyat biasa” alias anggota jemaat.

Lete-lete tersebut sampai sekarang hilang tak ada beritanya.
Dengan diketemukannya mayat-mayat tersebut, menurut dugaan penduduk setempat, perahu tersebut telah tenggelam di selat Puku Afu (antara Rote dan Kupang Timor). (SH)