Target Kemenristekdikti Melahirkan 1000 Perusahaan Start Up Berbasis Teknologi

Target Kemenristekdikti Melahirkan 1000 Perusahaan Start Up Berbasis Teknologi

Menristekdikti M Nasir saat meninjau salah satu stan UMKM di Kick-Off Inkubasi Bisnis Teknologi 2018, Sosialisasi Irradiator "Merah-Putih" dan Launching Ekspor Perdana Produk Tenan TBIC Puspitek, di Tangerang, Rabu (28/2). (Ist)

SHNet, Tangerang- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi semua pihak untuk terus bersinergi membangun dan mengembangkan wirausaha pemula (start-up) berbasis teknologi.

“Kemenristekdikti sendiri melalui berbagai program menargetkan setidaknya bisa melahirkan 1000 perusahaan start-up berbasis teknologi, baik melalui program inkubasi bisnis teknologi maupun mendorong spin-off pada industri-industri yang berbasis inovasi,” ujarnya saat Kick-Off Inkubasi Bisnis Teknologi 2018 dan Sosialisasi Fasilitas Irradiator “Merah-Putih”, di Auditorium Graha Widya Bhakti, Puspitek Tangerang, Rabu (28/2).

Dia mengatakan, pentingnya meningkatkan jumlah entrepreneur di masyarakat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaya saing.

“Indonesia masih tertinggal karena perdagangan di Indonesia masih berbasis budaya, bukan berbasis teknologi, sehingga pertumbuhannya melambat,” kata M Nasir.

Sejak dibangunnya fasilitas Technology Bussiness Incubation Center (TBIC) pada 2016 sebagai bagian dari program revitalisasi Puspitek sebagai National Science Technology Park (N-STP), Puspitek telah melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis teknologi untuk menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru yang mengkomersialkan produk-produk teknologi hasil litbang, khususnya yang dihasilkan oleh atau bermitra dengan lembaga-lembaga litbang yang ada di Puspitek.

Kepala Puspitek Sri Setiawati mengatakan, perkembangan start up yang dibina melalui proses inkubasi cukup mengembirakan.

“Tahun ini ada dua perusahaan yang lulus dari inkubator di TBIC, melanjutkan ke tahapan scaling up produksinya di area Zona Bisnis Teknologi yaitu PT Djava Sukses Abadi dengan merk produk ‘Mangano’ serta PT Nano Herbal Indonesia dengan produk ‘Nano Propolis’ dan ‘Nano Chitosan’. Kedua perusahaan start-up ini telah menunjukan perkembangan usaha yang sangat baik Bahkan ‘Mangano’ sejak Februari 2018 sudah ekspor ke Korea Selatan.” Papar Sri.

Sementara itu, Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menyampaikan sosialisasi mengenai penggunaan Irradiator Gamma “Merah-Putih” kepada para pelaku UMKM. Menurutnya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk proses pengawetan produk pangan, alat kesehatan, produk farmasi dan kosmetika. (Stevani Elisabeth)