Sebabkan Gizi Buruk, DPR Minta Kaji Ulang Regulasi Susu Kental Manis

Sebabkan Gizi Buruk, DPR Minta Kaji Ulang Regulasi Susu Kental Manis

SHNet, Jakarta – Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf berharap BPOM dapat mengkaji kembali regulasi yang berkaitan dengan susu kental manis. Ini menyusul meruncingnya polemik susu kental manis di tengah masyarakat. Kandungan gulanya yang tinggi dinilai tidak baik untuk kesehatan anak.

Dalam peringatan hari gizi nasional Januari lalu, Dr. Damayanti, Sp.A(K), Ph.D, Ketua UKK Nutrisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI menjelaskan tingginya kandungan gula pada susu kental manis dapat mengakibatkan anak-anak terkena gangguan kesehatan, mulai dari resiko penyakit tidak menular hingga gizi buruk.

“Susu kental manis itu sesungguhnya adalah produk untuk bahan tambahan dalam masakan, penambah cita rasa kue atau topping. Salah jika susu kental manis dianggap sebagai susu dan dikonsumsi oleh anak apalagi balita,” ujarnya tegas.

Selang beberapa hari setelah perayaan hari gizi nasional, sejumlah kasus gizi buruk di berbagai daerah pun bermunculan. Tiga balita di Kendari akibat gizi buruk di rawat di RSUD Bahtera Mas, satu diantaranya meninggal dunia. Di Batam, Vania (9 bulan) juga menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis serta Rasyad usia 2 tahun asal Maros, Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, penderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis ini masih dalam pengawasan tenaga medis setempat untuk memastikan asupan nutrisi sesuai kebutuhannya.

Humas RSUD Bahtera Mas di Kendari, Masita membenarkan bahwa balita penderita gizi buruk tersebut mengkonsumsi susu kental manis sejak usia sekitar 4 bulan. Keterbatasan ekonomi dan ketidak tahuan orang tua menjadi penyebabnya. Sementara Ratna Edi, Humas RSUD Salewangan, Maros yang menangani Rasyad mengatakan pihaknya akan memastikan Rasyad kedepannya dapat mengkonsumsi makanan yang lebih bergizi.

“Ada makanan tambahan untuk balita, bantuan pangan dari pemerintah yang bisa diambil setiap bulan di puskesmas. Kita harus pastikan meskipun keterbatasan dalam ekonomi, tapi tidak lantas anak diberi susu kental manis yang seharusnya bukan untuk anak, masyarakat harus tau tentang hal ini,” jelasnya saat ditemui di RSUD Salewangan Jum’at (16/3) kemarin.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut memberikan dukungan agar pihak-pihak terkait dan komisi IX DPR RI kembali mempelajari aturan terkait susu kental manis. “DPR selaku pengawas Undang-Undang akan mempelajari peraturan menteri terkait melalui Komisi IX,” ujarnya tegas. (Kurnia)