Sama Sekali Tiada Keinginan Bubarkan Partai

Lima Partai Lapor Pada Presiden Mengenai Pengelompokan

Sama Sekali Tiada Keinginan Bubarkan Partai

Jakarta, 13 Maret 1970 – Saya gembira dengan perkembangan yang dicapai oleh 5 partai dalam pengelompokan ini, saya mengharapkan dapat diteruskan untuk mendapatkan kemajuan selanjutnya.

Dan disini saya tegaskan bahwa saya tidak pernah bermimpi untuk membubarkan partai politik, kecuali partai politik tersebut menjadi penghalang pembangunan nasional, maka tentu kita tidak membiarkan hal yang demikian berjalan terus, demikian ditegaskan oleh Presiden Soeharto dalam pertemuan politik masing-masing Parkindo, IPKI, PNI, Murba dan Khatolik hari Kamis malam di Istana Merdeka.

Pertemuan tersebut diadakan sebagai kelanjutan pertemuan beberapa waktu yang lalu, dimana kelima partai tersebut melalui juru bicara Melanchton Siregar menyampaikan progress-report tentang usaha pengelompokan diantara kelima partai tersebut.

Saya sebagai warganegara yang kebetulan diberikan kepercayaan oleh rakyat melalui MPRS menjadi Presiden republik ini, akan tetap berpegang kepada ketetapan MPRS dan mati-matian akan tetap setia kepada konstitusi, UUD 45 kita.

Dan saya mengetahui bahwa MPRS tersebut sebagiannya adalah wakil partai politik disamping wakil golongan karya, demikian penegasan Presiden Soeharto dalam pertemuan tersebut sebagai jawaban kepada isu tentang pembubaran partai politik pada akhir ini.

Dijelaskan bahwa yang dikehendaki oleh MPRS adalah penyederhanaan parai politik dan ini bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu penyederhanaan secara fisik yang tidak berarti peniadaan partai dan penyedehanaan cara kerja dengan jalan pengelompokan, misalnya dalam menghadapi pemilihan umum.
Mengenai pemilihan umum yang akan datang dan hubungannya dengan partai politik, Presiden mengatakan.

Jika misalnya ada partai yang di dalam pemilu tidak mendapat tempat di DPR apakah partai yang demikian itu, walaupun tidak harus dibubarkan masih mempunyai hak hidup ?, dengan tidak berhasilnya partai masuk di DPR/MPR maka dengan sendirinya sudah terjadi pula penyederhanaan secara demokratis, demikian seterusnya Presiden.

Memang dikalangan masyarakat ada pendapat yang menhendaki pembubaran partai karena berkesimpulan bahwa partai tersebut tidak membantu usaha pembangunan selama ini dan untuk itu maka partai harus berjuang membuktikan bahwa partai politik bukan penghalang pembangunan dan walaupun saya sebagai pengemban Ketetapan MPRS No. IX secara konstitusional bisa membubarkan partai politik namun saya tegaskan disini bahwa saya tidak berkeinginan untuk itu, demikian ketegasan Presiden.

Hubungan ABRI – partai
Mengenai hubungan ABRI dan partai politik ditegaskan oleh Presiden bahwa ABRI memerlukan partai tersebut untuk bersama-sama turut dalam pembangunan masyarakat dan negara kita.

ABRI sendiri tidak mungkin melakukan tugas tersebut, sedangkan mengenai kemungkinan bahaya polarisasi akibat pengelompokan partai politik tersebut Presiden mengatakan bahwa jika kita melihat dari segi negatifnya memang demikian, oleh karena itu marilah kita melihatnya dari segi positif saja yang menguntungkan bangsa dan negara.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam dan dari partai politik tersebut hadir, Melanchton Siregar, Hardi SH, Ahmad Sukarnawi Jaya, Sukarni, Da Costa SH, Sabam Sirait, Drs. Gde Djaksa, Mustafa Supangat, Maruto Nitimihardjo, Drs. Lo Ginting. (SH)