Presiden Jokowi Restui MotoGP 2021 di Sirkuit Internasional Sentul

Presiden Jokowi Restui MotoGP 2021 di Sirkuit Internasional Sentul

UNDANGAN - Presiden RI Joko Widodo menyempatkan mengunjungi Sirkuit Internasional Sentul pada Selasa (6/3) pagi atas undangan Tinton Soeprapto dan Ananda Mikola. (Dok/SHNet)

SHNet, SENTUL – Agenda Presiden RI, Joko Widodo cukup padat sepanjang Selasa (6/3) ini. Sejak pukul 09.00 WIB, ia sudah membagi-bagikan sertifikat lahan kepada 15.000 orang di Lapangan Sirkuit Internasional Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jumlah ini pun merupakan yang terbesar yang pernah ia bagikan sepanjang menjabat sebagai Presiden. Usai membagikan sertifikat lahan kepada warga, Jokowi sontak diundang pengelola Sirkuit Sentul Internasional, Tinton Soeprapto dan putranya, Anada Mikola, untuk melihat Sirkuit Sentul.

Kepada Jokowi, Tinton dan Ananda menyampaikan kalau MotoGP 2021 rencananya akan digelar di Sirkuit Internasional Sentul. “Silahkan saja kalau memang akan digelar di sini, pemerintah akan mendukung karena ini bagus sekali untuk olahraga otomotif,” ujar Jokowi yang juga menyatakan sangat baik karena  pasar sepeda motor di Indonesia sangat besar sekali.

Presiden Jokowi saat berbincang dengan Tinton Soeprapto, Ananda Mikola, dan Rio Sarwono soal perbaikan Sirkuit Internasional Sentul. (Dok/SHNet)

“Saat ini pasti ada sekitar 12 juta sepeda motor. Bayangkan kalau penggemar motor ada berapa juta di Indonesia. Sirkuit ini akan jadi sebuah industri pariwisata yang bisa kita hidupkan. Saya harap Pak Tinton, Mas Ananda, ya segera dimulai, segera diperbaiki sehingga 2021 betul-betul ada MotoGP,” ujar Jokowi lagi.

Dalam perbincangan dengan Presiden RI, Ananda pun segera menimpali kalau sudah siap maju karena infrastrukturnya sudah siap dan hanya tinggal sedikit saja yang diperbaiki. Ketika ditanya soal dukungan pemerintah yang konkrit, Jokowi menyatakan kalau belum terpikir soal dukungan pendanaan.

“Tadi kan baru minta persetujuan, belum ada bicara soal dukungan pendanaan. Terpenting, saya setujui, saya restui. Pendanaan bisa dari swasta. Ini perbaikannya, ini upgradenya lagi dari swasta,” ujar Jokowi sambil tertawa ringan.

Tinton pun menyatakan kalau pendanaan bisa keroyokan dari swasta murni, yang penting sudah direstui. “Lebih penting lagi, kita punya mimpi dulu kalau Indonesia mampu,” tegas Ananda.   (Nonnie Rering)