PLAN Hasilkan 15 Sekolah Aman Bencana di TTS

PLAN Hasilkan 15 Sekolah Aman Bencana di TTS

Ist

SHNet, KUPANG-Plan Internasional Indonesia dan Plan Korea serta KOICA melalui dukungan dana dari Mirae Asset Daewoo melaksanakan program sekolah aman bencana di 15 Sekolah Dasar (SD)  di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sejak Februari 2015-April 2018 telah dilaksanakan program sekolah aman bencana pada 15 SD di 15 desa di Kabupaten TTS,” kata Country Director Plan Internasional Myrna Evora saat penutupan Project Sekolah Aman Bencana di SDI Nenonaheun, Desa Noinbila, Kecamatan Molo Selatan, TTS,  Kamis lalu.

Plan dan pemerintah TTS bekerjasama untuk memberikan akses pada lingkungan belajar yang aman kepada anak-anak melalui perkuatan bangunan dan fasilitas sekokah yang aman, peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana di sekokah serta penguatan jaringan kerjasama program relawan Korea Selatan.

Salah satu program keberhasilan tersebut adalah pembuatan media kampanye ramah anak tentang sekolah aman melalui permainan digital.

Permainan digital tentang sekolah sekolah aman bencana telah diunduh lebih dari 79.000 melalui Android, yang sudah diterjemahkan kedalam 10 bahasa asing dan dipromosikan dalam berbagi event penting di level nasional dan internasional seperti peringatan bulan PRB tahun 2016, konferensi sekolah anak tingkat ASEAN tahun 2016, konferensi global untuk PRB di Sendal Jepang tahun 2015, konferensi tingkat tinggi para menteri Asia di India tahun 2016 dan platform global untuk PRB di Mexico tahun 2016.

Lima belas SD aman bencana program Plan menyebar di lima kecamatan di TTS yakni Kecamatan Mollo Selatan, Amanuban Timur, Fautmolo, Kie dan Kecamatan Amanatun Selatan.

Menurut Myrna, NTT adalah daerah yang rawan bencana. Khusus wilayah TTS, di tahun 2011 tercatat adanya darurat bencana sebanyak 20 kali dengan korban 40 persen adalah anak-anak.

“Program sekolah aman pedesaan tujuannya untuk meningkatan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak dan masyarakat yang berada di daerah rawan bencana di TTS,” kata Myrna. (Dis Amalo)