Pendapatan Daerah NTT Mengalami Peningkatan

Pendapatan Daerah NTT Mengalami Peningkatan

SHNet, KUPANG-Realisasi pendapatan daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013 – 2016 dalam setiap tahun mengalami peningkatan diatas 100 persen atau 101,35 persen.

Pendapatan daerah yang dianggarkan pada tahun 2013 sebesar Rp 2,373 triliun lebih, mencapai realisasi pada tahun 2016, sebesar Rp 2,387 triliun lebih (100,57 persen). Kemudian pendapatan daerah yang dianggarkan pada tahun 2016, sebesar Rp 3,708 triliun lebih, tercapai realisasi Rp 3,875 triliun lebih (104,51 persen).

“Pendapatan daerah bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sedangkan sumber PAD berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Senin (12/3).

Realisasi PAD setiap tahun berada diatas 100 persen. PAD periode 2013 sampai 2016 mengalami pertumbuhan rata-rata 103,48 persen dengan capaian angka realisasi tertinggi mencapai 109,76 persen (2013) dan realisasi terendah sebesar 99,76 persen 2016).

Menurut dia, realisasi pajak daerah juga mengalami peningkatan setiap tahun. Realisasi tertinggi pada tahun 2013, sebesar 112,73 persen dan realisasi terendah 110,60 persen (2015). Target pajak daerah pada tahun 2013, sebesar Rp 322.652.941 miliar dan realisasi Rp 363.720.612 miliar(112,93 persen). Target pada 2014, Rp 548,875.119 miliar dan realisasi Rp 559.803.345 miliar (101,99 persen).

Selanjutnya, target sebesar Rp 658.726.117 miliar dan realisasi pajak daerah Rp 662,667.383 miliar (100,60 persen) pada tahun 2015. Dan realisasi pajak daerah pada tahun 2016, sebesar Rp 745.481.335 miliar (102,17 persen) dari target Rp 729.670.235 miliar.

“Untuk retribusi daerah juga mengalami penungkatan selama periode 2013 hingga 2016. Kendati pada tahun 2014, realisasi retribusi daerah mengalami penurunan sebesar 69,85 persen. Namun, setiap tahun rata-rata pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2016, yaitu mencapai 88,31 persen,” kata Lebu Raya.

Realisasi retribusi daerah pada tahun 2013, sebesar Rp 8.589.942 (73,99 persen) dari target Rp 11.609.614. Tahun 2014 target 29.410.373 dan realisasi sebesar Rp18.447.549 (69,85 persen). Target retribusi tahun 2015, Rp 38.278.885 dan realisasi Rp 37.888.198 (85,92 peraen) serta pada tahun 2016 retribusi daerah yang ditargetkan Rp 45.769.704 dengan realisasi Rp 40.418.137 (88,31 persen).

Lain-lain PAD setiap tahun mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 108,70 persen. Pada tahun 2013, lain-lain PAD dianggarkan Rp. 89,1 miliar lebih dan terealisir sebesar Rp. 97,5 miliar lebih. Selanjutnya di tahun 2016 dianggarkan Rp. 150,3 miliar lebih dan terealusir sebesar Rp.132,1 miluar lebih.

Terkait dana perimbangan merupakan dana transfer pemeribtah pusat ke pemeribtah daerah. Sumber dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK). Realisasi dana perimbangan 2013 sampai 2016 mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan 100,77 persen. (Dis Amalo)